BUMN
& PROFIL PERUSAHAAN BUMN (PERSERO&PERUM)
Berdasarkan Undang
– Undang No.19 Tahun 2003 tentang BUMN, dimana pada Pasal 1 Ayat 1 dijelaskan
bahwasannya yang dimaksud dengan BUMN ialah badan
usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui
penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.
Menurut UU No. 9 tahun 1969, BUMN
dibagi menjadi 3 baguan, yaitu:
1.
Perusahaan Negara Jawatan (Perjan)
Ø Ciri pokok berdasarkan menurut UU
No. 9 tahun 1969 adalah :
a)
tujuan melayani kepentingan umum
b)
bagian dari Departemen atau Direktorat jenderal sehingga
tidak otonom
c)
dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah sebagai bagian dari
departemen atau direktorat jenderal.
d) dipimpin oleh kepala jawatan dan
diangkat oleh pemerintah
e)
diawasi langsung oleh pemerintah secara hirarkisfungsional,
diperiksa oleh akuntan Negara dan disahkan oleh menteri.
f)
modalnya berasal dari anggran pendapatan dan belanja Negara
tahunan
g)
para pegawainya berstatus pegawai negeri
h)
ruang lingkupnya adalah sektor pelayanan umum yang bersifat
strategis
2.
Perusahaan Negara Umum (Perum)
Berdasarkan Undang undang terbaru
maksud dan tujuan pendirian perum adalah menyelenggarakan usaha yang bertujuan
untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan atau jasa yang berkualitas
dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat yang berdasarkan prinsip
pengelolaan perusahaan yang sehat.
Ø Ciri-ciri perum adalah
a)
tujuannya melayani kepentingan umum
b)
berstatus badan hukum dan dilindungi undang undang
c) pada umumnya bergerak dibidang jasa
jasa vital
d) dapat dituntut dan menuntut
sertahubungan hukumnya diatur secara perdata
e)
modal seluruhnya dimiliki oleh pemerintah dari kekayaan
Negara yang dipisahkan
f)
pegawainya adalah pegawai perusahaan Negara yang diatur
tersendiri diluar ketentuan yang berlaku bagi pegawai negeri sipil.
g)
laporan tahunan perusahaan yang memuat laporan untung rugi
dan neraca kekayaan disampaikan kepada pemerintah.
3. Perusahaan Negara Perseroan (Persero)
Modal
terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh
negaraRI. Tujuan utamanyaadalah mengejar keuntungan.
Ø Ciri-ciri persero adalah :
a)
tujuan utamanya mengejar keuntungan
b)
modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau sebagian
dimiliki oleh Negara
c)
pemegang kekuasan tertinggi di persero adalah rapat umum
pemegang saham (RUPS)
d) dipimpin oleh direksi dan dalam
kepengurusannya dibawah pengawasan komisaris
e)
kariyawan persero BUMN merupakan pekerja BUMN yang pengangkatan,
pemberhentian, promosi jabatanserta hak dan kwajibannya ditetapkan berdasarkan
perjanjian kerjasama dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.[1]
Kemudian setelah adanya Undang –
Undang baru yakni Undang –Undang No.19 Tahyun 2003 BUMN hanya terbagi menjadi 2
yaitu :
ü PERSERO
ü PERUM
v PERSERO
PT
RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA (PERSERO)
|
Industri/jasa
|
|
|
Didirikan
|
1964
|
|
Kantor pusat
|
|
|
Daerah layanan
|
Seluruh Indonesia
|
|
Pendapatan
|
Rp 450 miliar (2012)
|
|
Rp 5.09 triliun (per
Desember 2011)
|
|
|
Pemilik
|
|
|
Karyawan
|
7.401 karyawan tetap
|
|
Situs web
|
Rajawali
Nusantara Indonesia atau disingkat RNI adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara
yang bergerak dibidang agrobisnis, farmasi dan perdagangan. Rajawali Nusantara
Indonesia didirikan pada pada tahun 1964 sebagai kelanjutan dari Nasionalisasi
aset – aset grup konglomerat Oei Tiong
Ham Concert (OTHC) atau Kian-gwan Kongsi yang didirikan oleh “Raja Gula” Oei Tiong Ham.
PT Rajawali Nusantara Indonesia diawali
dari pertengahan abad XIX. Pada 1 Maret 1863, Oie Tjie Sien mendirikan
perusahaan perdagangan hasil bumi dengan nama NV Handel My Kian Gwan di
Semarang. Pada perkembangannya, NV Handel My Kian Gwan lalu menjadi induk usaha
(holding company) yang membawahi sejumlah usaha meliputi yang membawahi
sejumlah usaha meliputi perdagangan, industri gula, perkebunan karet, industri
farmasi, jasa keuangan, properti dan lain – lain.
Tahun 1885 adalah awal baru bagi NV
Handel putra Oie Tjien Sien, Oei Tiong Ham melanjutkan kepemimpinan ayahnya.
Perusahaan tersebut lalu diubah namanya menjadi Oei Tiong Ham Concern (OTHC),
sebuah perusahaan konglomerasi bisnis pertama di Nusantara. OTHC menjalankan
bisnis hingga 1961 ketika Pemerintah Republik Indonesia mengambil alih
perusahaan induk tersebut. Setelah melakukan nasionalisasi OTHC, pemerintah
Indonesia mengelola seluruh aset perusahaan. Sebagian aset perusahaan
dimasukkan sebagai penyertaan modal untuk mendirikan PT Perusahaan Perkembangan
Ekonomi Nasional (PPEN) Rajawali Nusantara Indonesia pada 12 Oktober 1964.
Inilah tanggal berdirimya RNI. Pada awal berdirinya tersebut, RNI memiliki 10
anak Perusahaan.
Tahun 1964-1985, RNI berfokus pada
rehabilitasi alat produksi untuk mendorong peningkatan produktivitas. Perubahan
status perusahaan menjadi “Persero” dilaksanakan untuk
memenuhi Undang-Undang No 9 Tahun 1969 dan Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 1974.
Selanjutnya, selama tahun 1986-1998 dilakukan penggabungan sejumlah unit usaha,
perluasan wilayah usaha di luar Jawa, dan pengembangan unit usaha baru.
Rajawali Nusantara Indonesia pada tahun
2001-2003 mulai mengokohkan diri menjadi perusahaan induk yang tidak melakukan
operasi dan menjadi investment holding. Pada fase pengembangan selektif ini,
fokus RNI adalah optimasi kinerja kelompok perusahaan. Sementara, perusahaan
mulai melakukan sejumlah diversikasi untuk memaksimalkan nilai tambah pada
kurun 2004-2009. Sejak tahun 2010, perusahaan berupaya mengoptimalkan sinergi
antar anak Perusahaan serta anak Perusahaan dengan Induk Perusahaan. Tujuannya
agar tercapai perbaikan rasio keuangan, kinerja produksi, pertumbuhan usaha dan
tingkat kesehatan perusahaan. Fase ini berakhir tahun 2012. Saat ini,
perusahaan sedang pada fase optimalisasi dan eksplorasi (2013-2017). Pada fase
ini, Perusahaan holding difokuskan pada mendukung peningkatan kinerja dengan
menciptakan daya saing, pengembangan usaha baru dan menjadi pilar bisnis di
masa depan.
Þ VISI PT. Rajawali
Nusantara Indonesia
“Menjadi Perusahaan
investment holding terbaik ditingkat regional dengan basis agro industri,
farmasi, alat kesehatan, distribusi, perniagaan dan properti”
Þ MISI PT. Rajawali
Nusantara Indonesia
1)
Mengelola kelompok
usaha secara terintegrasi dengan mengedepankan prinsip sinergi antar kelompok
usaha.
2)
Menjalankan perusahaan
secara profesional dengan kualitas produk dan layanan yang prima.
3)
Mengembangkan budaya
perusahaan dan sumber daya manusia yang handal serta berkinerja tinggi dengan
menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
4)
Menerapkan strategi
usaha yang berkomitmen tinggi dalam rangka memberikan nilai tambah yang optimal
bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.
5)
Menjalankan kegiatan
usaha secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Menjabat sebagai Direktur Utama RNI sejak tahun 2015. Beliau
memiliki kompetensi di bidang pertanian khususnya sektor kehutanan dengan latar
belakang pendidikan Sarjana Kehutanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB),
sebelumnya beliau sebagai Asisten Deputi bidang Usaha Energi, Pertambangan,
Percetakan dan Pariwisata Kementerian BUMN. Pernah menjadi komisaris di PT RNI
pada tahun 2008-2013.
Ø M. Yana Aditya
Menjabat sebagai Direktur Keuangan RNI sejak tahun 2015. Beliau
memiliki kompetensi di bidang ekonomi khususnya Akuntansi dengan latar belakang
pendidikan Sarjana Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jabatan
sebelumnya adalah Direktur Keuangan & SDM PT Balai Pustaka (Persero).
Beliau juga seorang praktisi bisnis di bidang manajemen strategis dan manajemen
keuangan. Sebelum bergabung di Balai Pustaka berkiprah di perbankan dan
perhotelan.
Ø
Agung
P. Murdanoto,
Menjabat
sebagai Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi sejak tahun 2015. Beliau
memiliki kompetensi di bidang pertanian dengan latar belakang pendidikan
Sarjana Pertanian dari IPB dan mempeloreh Gelar Master dan Doktor bidang
Agricultural dari Kyoto University. Beliau menjabat sebagai Direktur PT
Mitra Kerinci sejak Maret 2012. Deputi Direktur Pengambangan
Usaha Agro PT RNI 2004-2007 dan Deputi Direktur Pengembangan PT RNI
tahun 2007-2012.
Ø
Elka
Wahyudi,
Menjabat
sebagai Direktur Pengendalian Usaha dan Manajemen Resiko sejak tahun 2015.
Beliau memiliki kompetensi di bidang pertanian dengan latar belakang Meraih
Gelar Sarjana Pertanian dari Universitas Jember pada tahun 1982. Menjabat
sebagai Direktur Utama PTP Mitra Ogan pada tahun 2007-2013. Pernah menjadi GM
Perdagangan Agro PT Rajawali Nusindo 2004-2007.
Ø Djoko Retnadi
Menjabat sebagai Direktur SDM dan Manajemen Asset RNI sejak
tahun 2015. beliau memiliki kompetensi di bidang ekonomi dengan latar belakang
pendidikan Gelar Sarjana Ekonomi Studi Pembangunan dari Universitas Gadjah Mada
pada tahun 1988 dan gelar Magister of Business, konsentrasi pada Finance and
Banking dari Monash University Melbourne pada tahun 2000. Sebelumnya menjabat
sebagai Direktur Strategi Bisnis & Inovasi PT RNI sejak Mei 2014. Beliau
memulai karir di BRI Pusat di Jakarta sempat menjabat sebagai Wakil Pemimpin
Wilayah BRI Banjarmasin, Bandung, dan Jakarta.
Ø Mirzawan Puri Dwi Nurtjahjo
Diangkat
sebagai Komisaris Utama RNI sejak tahun 2015, beliau memiliki latar belakang
di bidang Pertanian. Selain gelar Sarjana Pertanian (1976) dan Master
Bidang Pertanian (1984) yang diraih dari Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta, Beliau juga meraih gelar Ph.D. di bidang Agriculture Science
dari University of Queensland – Australia pada tahun 1995.
Sebelum diangkat sebagai Komisaris Utama, beliau menjabat sebagai Direktur pada Pusat Penelitian Perkebunan
Gula Indonesia (P3GI, 2002 - 2009), dan saat ini juga menjabat sebagai
Direktur Pelaksana Tugas pada P3GI.
Ø Junino Jahja, SE, MBA
Diangkat
sebagai Komisaris RNI sejak November 2013 beliau memiliki latar belakang
di bidang ekonomi. Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di
Universitas Indonesia, beliau meneruskan pendidikan Master
di University of Southern California Marshall School of Business
Administration, Los Angeles, Amerika Serikat pada tahun 1992 dan
University of Exeter Business School, England pada tahun
1997. Sebelum menjabat sebagai Komisaris RNI, beliau menjabat sebagai
Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat Komisi
Pemberantasan Korupsi pada tahun 2007 dan Direktur Utama Perum Peruri
tahun 2007 sampai 2012.
Ø Prof Dr Ainun Naim
Diangkat
sebagai Komisaris RNI sejak 2012, beliau memiliki latar belakang ekonomi
akuntansi. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana Akuntansi di
Universitas Gadjah Mada tahun 1984, Master Degree of Business
Administration (MBA) di Western Michigan University, USA tahun
1991, dan Ph.D di Temple University, USA tahun 1996. Sebelum diangkat
sebagai Komisaris RNI, beliau menjabat sebagai Wakil Rektor Senior Bidang
Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia Universitas
Gadjah Mada hingga tahun 2012.
Ø Suripto
Diangkat
sebagai Komisaris RNI sejak Mei 2015, beliau memiliki latar belakang di
bidang ekonomi. Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana di
Universitas Krisnadwipayana Fakultas Ekonomi, beliau meraih
gelar Master di International University of Japan. Selain menjabat
sebagai Komisaris RNI, beliau juga aktif di Badan Intelejen Negara (BIN)
sejak 1979 dan saat ini menjabat Deputi Ekonomi BIN. Selama karirnya di
BIN, beliau telah melaksanakan serangkaian penugasan di luar negeri,
misalnya di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2003-2004, dan Brussels,
Belgia pada tahun 2005-2007.
Ø Aditya Dhanwantara
Diangkat sebagai Komisaris PT RNI sejak tahun 2005, beliau
memiliki latar belakang ekonomi akuntansi. Beliau menyelesaikan pendidikan
sarjana Akuntansi di Universitas Atmajaya. Yogyakarta tahun 1997 dan Magister
Perencanaan dan Kebijakan Publik Universitas Indonesia tahun 2006. Sebelum diangkat
sebagai Komisaris PT RNI, beliau menjabat sebagai Sekretaris Dewan Komisaris PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk (2012-2013), Sekretaris Dewan Komisaris PT
Danareksa (Persero) (2013-2014), Kepala Bidang Usaha Industri Strategis dan
Manufaktur, Kementrian BUMN (2012-2014), Kepala Bidang Restrukturisasi BUMN II,
Kementrian BUMN (2013-2015) hingga diangkat sebagai Kepala Bidang
Restrukturisasi Kementrian BUMN (2015-sekarang).
·
Kelompok Usaha Agro Industri
1)
PT. PG Rajawali I
PT. PG Rajawali I
berkedudukan di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini mengelola 2 (dua) unit
pabrik gula dengan total kapasitas giling 17.500 TCD yaitu PG Krebet Baru dan
PG Rejo Agung Baru. Sumber bahan baku sebagian besar adalah dari tebu petani di
wilayah Jawa Timur.
2)
PT. PG Rajawali II
PT. PG Rajawali II
berkedudukan di Cirebon, Jawa Barat. Perusahaan ini mengelola 5 (lima) unit
pabrik gula dengan total kapasitas giling 14.000 TCD yaitu PG Sindang Laut, PG
Karangsuwung, PG Tersana Baru, PG Jatitujuh, dan PG Subang. Disamping itu PT.
PG Rajawali II juga mengelola 1 (satu) unit pabrik spirtus dan alkohol yaitu
PSA Palimanan, serta pengolahan produk turunan limbah pabrik yaitu unit kampas
rem PT. Inti Bagas Perkasa sebagai pabrik pengolahan limbah pabrik gula,
bagasse, yang diolah menjadi kampas rem. Sumber bahan baku adalah tebu dari
lahan sendiri (HGU) seluas 12.000 Ha dan tebu dari petani di sekitar wilayah
Jawa Barat dan Jawa Tengah.
3)
PT. PG Candi Baru
PT. PG Candi Baru
berkedudukan di Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan ini mengelola 1 (satu)
unit pabrik gula dengan total kapasitas giling 2.500 TCD yaitu PG Candi Baru
itu sendiri. Sumber bahan baku sebagian besar adalah tebu dari para petani di
wilayah Jawa Timur.
4)
PTP. Mitra Ogan
PT. Perkebunan Mitra
Ogan berkedudukan di Palembang, Sumatera Selatan. Perusahaan ini bergerak di
bidang pengolahan kelapa sawit dan karet. Sumber bahan baku diperoleh dari 35%
lahan inti dan 65% lahan plasma. PTP. Mitra Ogan memiliki 2 unit PKS dengan
kapasitas 90 ton/jam.
5)
PT. Laras Astra
Kartika
PT. Laras Astra
Kartika berkedudukan di Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Perusahaan
ini mengelola perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Sumber bahan baku
diperoleh dari 40% area lahan inti dan 60% area lahan plasma.
6)
PT. Mitra Kerinci
PT. Perkebunan Mitra
Kerinci berkedudukan di Padang, Sumatera Barat. Perusahaan ini mengelola 2
(dua) unit pabrik teh yaitu 1 (satu) pabrik teh hijau dan 1 (satu) pabrik teh
hitam yang terletak di Solok Selatan.
· Kelompok Usaha Farmasi
dan Alat Kesehatan
1)
PT. Phapros Tbk
PT Phapros Tbk
merupakan satu-satunya anak perusahaan PT RNI yang berupa Perusahaan Terbuka.
Produsen obat, food suplemen, dan fitofarmaka ini memiliki CPOB dari
Kementerian Kesehatan, Manajemen Mutu ISO 9001 versi 2008, Manajemen Lingkungan
ISO 14001 dan OHSAS ISO 18000 tahun 2009. PT Phapros Tbk memiliki fasilitas
produksi tablet, tablet salut, kapsul, salep, sirup dan parenteral, yang
berlokasi di Semarang. Produk PT. Phapros Tbk, dijual sebagai produk Ethical,
OTC, Generik dan Agromed (Fitofarmaka). Pemilik brand “ANTIMO” ini terus
mengembangkan manajemen inovasi dalam mengembangkan produk barunya. Saat ini
PT. Phapros Tbk sedang berupaya untuk mendapatkan sertifikat GMP-WHO untuk
produk Anti TB (Tuberculosis) yang dimilikinya.
2)
PT. Mitra Rajawali Banjaran
PT. Mitra Rajawali
Banjaran berlokasi di Banjaran, Bandung. Perusahaan ini memproduksi kondom merk
Artika dan Alat Suntik Sekali Pakai (ASSP) dengan merk Skifa. Kapasitas
produksi yang dimiliki saat ini adalah 900.000 gross kondom per tahun dan 15
juta unit ASSP per tahun.
· Kelompok Usaha
Perdagangan dan Distribusi
1)
PT. Rajawali Nusindo
Perusahaan yang
berkantor pusat di Jakarta ini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat.
Ditunjang oleh jaringan 42 kantor cabang yang tersebar hampir di setiap
provinsi untuk melayani sebanyak 43 prinsipal di Indonesia.
2)
PT. GIEB
Indonesia
Merupakan anak
perusahaan dengan kegiatan usaha pendistribusian produk Unilever, Philips, DAP,
dan barang keperluan lainnya, khusus di Provinsi Bali.
3)
PT. Rajawali Citramas
Berlokasi di Mojokerto,
Jawa Timur. Perusahaan yang telah berhasil meraih sertifikat ISO 9002 ini
mengelola sebuah pabrik untuk memproduksi karung plastik, dengan kapasitas
produksi tahunan sebesar 15,7 juta lembar karung plastik.
4)
PT. Rajawali Tanjung Sari
Dengan kapasitas
produksi 6 juta sq feet per tahun, pabrik penyamakan kulit di desa Tanjung
Sari, Sidoarjo ini memfokuskan penjualan produknya untuk pasar ekspor.
Pengembangan dan Arah RNI ke depan adalah menjadi BUMN yang:
a)
Berdaya saing global,
terutama di bidang: agro industry, farmasi & alat kesehatan, perdagangan
& distribusi, serta property.
b)
Memberi kontribusi
yang optimal kepada negara dan stakeholders.
c)
Memiliki struktur
keuangan yang sehat dan kondisi operasional yang kuat.
d)
Menjadi instrumen pelaksanaan
public policy yang handal.
Untuk mencapai hal tersebut PT RNI melalui Divisi Pengembangan berupaya
melakukan strategi generik maupun strategi inovasi.[2]
PT. ANEKA TAMBANG Tbk.
PT Aneka Tambang Tbk. atau yang biasa disebut dengan PT Antam merupakan perusahaan pertambangan yang
sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (65%) dan masyarakat (35%). PT Antam
didirikan pada tanggal 5 Juli 1968. Kegiatan
Antam mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber
daya mineral.
Pendapatan PT Antam diperoleh melalui kegiatan eksplorasi dan penemuan
deposit mineral, pengolahan mineral tersebut secara ekonomis, dan penjualan
hasil pengolahan tersebut kepada konsumen jangka panjang yang loyal diEropa dan Asia. Kegiatan ini telah
dilakukan semenjak perusahaan berdiri tahun 1968. Komoditas utama Antam adalah
bijih nikel kadar tinggi atau saprolit, bijih
nikel kadar rendah atau limonit, feronikel, emas, perak dan bauksit. Jasa utama Antam adalah
pengolahan dan pemurian logam mulia serta jasa geologi.
Kegiatan usaha Perseroan telah dimulai sejak tahun 1968 ketika
Perseroan didirikan sebagai Badan Usaha Milik Negara melalui merjer dari
beberapa Perusahaan tambang dan proyek tambang milik pemerintah, yaitu Badan
Pimpinan Umum Perusahaan-perusahaan Tambang Umum Negara, Perusahaan Negara
Tambang Bauksit Indonesia, Perusahaan Negara Tambang Emas Tjikotok, Perusahaan
Negara Logam Mulia, PT Nickel Indonesia, Proyek Intan dan Proyek-proyek
Bapetamb. Perseroan didirikan dengan nama "Perusahaan Negara (PN) Aneka
Tambang" di Republik Indonesia pada tanggal 5 Juli 1968 berdasarkan
Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 1968. Pendirian tersebut diumumkan dalam
Tambahan No. 36, BNRI No. 56, tanggal 5 Juli 1968. Pada tanggal 14 September
1974, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 1974, status Perusahaan
diubah dari Perusahaan Negara menjadi Perusahaan Negara Perseroan Terbatas
("Perusahaan Perseroan") dan sejak itu dikenal sebagai
"Perusahaan Perseroan (Persero) Aneka Tambang".
Pada tanggal 30 Desember 1974, ANTAM berubah nama menjadi
Perseroan Terbatas dengan Akta Pendirian Perseroan No. 320 tanggal 30 Desember
1974 dibuat di hadapan Warda Sungkar Alurmei, S.H., pada waktu itu sebagai
pengganti dari Abdul Latief, dahulu notaris di Jakarta jo. Akta Perubahan No.
55 tanggal 14 Maret 1975 dibuat di hadapan Abdul Latief, dahulu notaris di
Jakarta mengenai perubahan status Perseroan dalam rangka melaksanakan
ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Undang-undang No. 9 tahun 1969 tentang
Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 tahun 1969
(Lembaran Negara tahun 1969 No. 16. Tambahan Lembaran Negara No. 2890) tentang
bentuk-bentuk Usaha Negara menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Republik
Indonesia tahun 1969 No. 40), Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1969 tentang
Perusahaan Perseroan (Persero). Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1969
No. 21 dan Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 1974 tentang Pengalihan Bentuk
Perusahaan Negara Aneka Tambang menjadi Perusahaan Perseroan (Persero),
Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1974 nomor 33 jo.Surat Keputusan
Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Kep. 1768/MK/IV/12/1974, tentang
Penetapan Modal Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang menjadi
Perseroan Terbatas dengan nama PT Aneka Tambang, yang telah memperoleh
pengesahan dari Menkumham dalam Surat Keputusannya No. Y.A. 5/170/4 tanggal 21
Mei 1975 dan kedua Akta tersebut di atas telah didaftarkan dalam buku register
yang berada di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta berturut-turut di bawah No.
1736 dan No. 1737 tanggal 27 Mei 1975 serta telah diumumkan dalam Tambahan No.
312 BNRI No. 52 tanggal 1 Juli 1975. Untuk mendukung pendanaan proyek ekspansi
feronikel, pada tahun 1997 Perseroan menawarkan 35% sahamnya ke publik dan
mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 1999, Perseroan mencatatkan
sahamnya di Australia dengan status foreign exempt entity dan pada tahun 2002
status ini ditingkatkan menjadi ASX Listing yang memiliki ketentuan lebih
ketat.
Þ
Visi ANTAM 2030:
"Menjadi korporasi global terkemuka melalui diversifikasi dan integrasi usaha berbasis Sumber Daya Alam"
"Menjadi korporasi global terkemuka melalui diversifikasi dan integrasi usaha berbasis Sumber Daya Alam"
Þ
Misi ANTAM 2030:
§
Menghasilkan
produk-produk berkualitas dengan memaksimalkan nilai tambah melalui
praktek-praktek industri terbaik dan operasional yang unggul
§
Mengoptimalkan sumber
daya dengan mengutamakan keberlanjutan, keselamatan kerja dan kelestarian
lingkungan
§
Memaksimalkan nilai
perusahaan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan
§
Meningkatkan
kompetensi dan kesejahteraan karyawan serta kemandirian masyarakat di sekitar
wilayah operasi
Þ
Arti Visi Kami:
Korporasi
Badan usaha holding yang memberi nilai tambah kepada stakeholder
Global Terkemuka
Korporasi
Badan usaha holding yang memberi nilai tambah kepada stakeholder
Global Terkemuka
·
Jangkauan pemasaran di
seluruh dunia
·
Operasional berstandar
kelas dunia
·
Perusahaan pengolah
mineral terbesar di Indonesia
Terdiversifikasi dan Terintegrasi
·
Terdiversifikasi, bisnis
yang pruden melalui pengembangan usaha secara horizontal
·
Terintegrasi, bisnis
yang saling terkait dari hulu ke hilir
Berbasis Sumber Daya Alam
·
Pengelolaan sumber daya
alam yang memberikan nilai tambah pada komoditas inti dan bisnis
pendukungnya
·
Komoditas inti:
produk berbasis nikel, bauksit, dan emas
·
Bisnis pendukung:
energi, batubara, jasa eksplorasi, jasa permunian, trading, engineering,O&M, transshipment, training
centre, dan perkebunan.
Pada dasarnya tujuan kami adalah meningkatkan nilai
perusahaan melalui penurunan biaya seiring dengan usaha bertumbuh guna
menciptakan keuntungan yang berkelanjutan.
Strategi kami adalah tetap berfokus pada bisnis
inti perusahaan. Manajemen seringkali bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana
kita dapat memperoleh nilai yang maksimal melalui pemanfaatan cadangan yang
dimiliki?” Pembangunan kekuatan perusahaan menjadi dasar untuk menjamin profitabilitas
yang bersifat jangka panjang. Melalui maksimalisasi output produksi, perusahaan
dapat meningkatkan pendapatan serta menurunkan tingkat biaya.
Kami berusaha untuk mempertahankan pertumbuhan
melalui proyek-proyek pengembangan yang solid, aliansi strategis, akuisisi,
serta peningkatan kualitas dan nilai cadangan dari sekedar menjual bahan mentah
dan beralih untuk lebih meningkatkan kegiatan pemrosesan.
Kami berusaha untuk mempertahankan kekuatan
keuangan perusahaan. Melalui peningkatan perolehan pendapatan, kami dapat
memastikan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban, mendanai pertumbuhan
masa depan, serta memberikan imbal hasil bagi pemegang saham melalui pembayaran
dividen.
ANTAM menetapkan nilai-nilai korporasi yang dikenal
dengan nama PIONEER (Professionalism, Integrity, Global Mentality, Harmony,
Excellence dan Reputation), yang aktualisasinya dimulai dari pimpinan yang
bercirikan SENSE (Speed, Energize, Respect, and Courage) sehingga akan membawa
Insan ANTAM ke level Human Capital Excellence yaitu Insan-insan ANTAM yang
memenuhi kriteria BEST (Beyond Expectation, Environment Awareness dan
Synergized Partnership).
Þ
Dewan Komisaris
1)
Fachrul
Razi (Komisaris Utama)
Diangkat sebagai Komisaris
Utama pada tanggal 7 Oktober 2015. Lulus dari Akademi Militer pada tahun 1970.
Sebelumnya menempati posisi kunci di Tentara Nasional Indonesia seperti
Gubernur Akademi Militer (1996-1997), Asisten Operasi Kepala Staf Umum ABRI
(1997-1998), Kepala Staf Umum ABRI (1998-1999), Sekretaris Jenderal Departemen
Pertahanan (1999) dan Wakil Panglima TNI (1999-2000).
2)
Zaelani
(Komisaris)
Diangkat sebagai anggota
Dewan Komisaris pada tanggal 31 Mei 2012. Memperoleh gelar Sarjana dari
Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga di tahun 1984 dan merupakan alumni
LEMHANAS PPSA XVI pada tahun 2009. Saat ini menjabat sebagai Deputi IV Kepala
Badan Intelijen Negara Bidang Ekonomi sejak tahun 2010.
3)
Bambang
Gatot Ariyono (Komisaris)
Diangkat sebagai Komisaris
pada tanggal 7 Oktober 2015. Memperoleh gelar sarjana Geologi dari UPN Veteran
Yogyakarta pada tahun 1987, gelar S2 Magister Manajemen dari IPWI Jakarta di
tahun 1997 dan S3 dari Ecole Nationela Des Mines de Paris di tahun 2002. Sejak
6 Mei 2015 beliau menjabat sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sebelumnya menempati posisi
kunci di Kementerian ESDM seperti Kepala Sub Direktorat Pelayanan Pengusahaan
(2001-2006), Kepala Sub Direktorat Pengembangan Investasi, Kerjasama Mineral
dan Panas Bumi (2006-2008), Kepala Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara
(2008-2013) dan Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi dan Keuangan (2014-2015).
4)
Robert A.
Simanjuntak, S.E., M.Sc., Ph.D. (Komisaris)
Diangkat sebagai anggota
Dewan Komisaris pada tanggal 26 Maret 2014. Memperoleh gelar Ph.D. in Economics
(1998) dan M.Sc. in Economics (1988) dari University of Birmingham, Inggris.
Mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia di tahun 1986.
Jabatan yang disandang diantaranya staf khusus Menteri Keuangan Republik
Indonesia Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal sejak tahun 2013; Ketua Tim
Asistensi Menteri Keuangan Republik Indonesia Bidang Desentralisasi Fiskal
sejak tahun 2009; serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi, UI
dari Mei 2005-Juni 2009.
5)
Laode M.
Kamaluddin (Komisaris
Independen)
Diangkat sebagai Komisaris
Independen pada tanggal 31 Mei 2012. Memperoleh gelar Doctor of Philosophy dari
Iowa State University, Amerika Serikat pada tahun 1990. Beliau saat ini
menjapat sebagai Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Anggota Senior
Dewan Kelautan Indonesia (Dekin) sejak tahun 2009, Ketua Umum Koperasi
Masyarakat Maritim Indonesia sejak tahun 2000, Komisaris PT Wakatobi Dive
Resort sejak tahun 2007, Ketua Penasihat Gubernur Sulawesi Tenggara Bidang
Investasi dan Perdagangan sejak tahun 2008, dan pada tahun 2013 Ketua Forum
Rektor Indonesia (FRI).
Þ
Direksi
1)
Ir. Tedy
Badrujaman, M.M. (Direktur
Utama)
Memperoleh gelar Sarjana
Teknik Tambang Metalurgi dari Institut Teknologi Bandung di tahun 1991 dan
Magister Manajemen Internasional dari Sekolah Tinggi Prasetiya Mulia di tahun
2004. Sebelumnya menempati berbagai posisi kunci di ANTAM sepertiDeputy
Senior VP Operation Unit
Bisnis Pertambangan Nikel (2005-2008), Senior
VP Unit Bisnis Pertambangan
Nikel Sulawesi Tenggara (2008-2012) dan Corporate
Secretary Division Head (2012-2013).
2)
Agus Zamzam
Jamaluddin (Direktur Operasi)
Bergabung
di ANTAM sejak tahun 1996. Beliau memperoleh gelar sarjana Teknik Tambang
Metalurgi dari Institut Teknologi Bandung di tahun 1996 dan gelar Magister
Teknik dari Institut Teknologi Bandung di tahun 2013.
Beliau sebelumnya menempati berbagai posisi kunci di ANTAM yaitu Vice President, PT Cibaliung Sumberdaya Operation Management di tahun 2014, General Manager UBP Emas di tahun 2014 sampai 2015 dan Direktur Utama PT Indonesia Chemical Alumina di tahun 2015
Beliau sebelumnya menempati berbagai posisi kunci di ANTAM yaitu Vice President, PT Cibaliung Sumberdaya Operation Management di tahun 2014, General Manager UBP Emas di tahun 2014 sampai 2015 dan Direktur Utama PT Indonesia Chemical Alumina di tahun 2015
3)
Johan N.B.
Nababan (Direktur Pengembangan)
Bergabung
dengan ANTAM di tahun 2015. Memperoleh gelar Sarjana dalam Manajemen Keuangan
Universitas Kristen Indonesia di tahun 1990.
Beliau sebelumnya menjadi Vice President of Corporate Banking Corporate Finance Division of PT Bank PDFCI Tbk, dari tahun 2003-2009 sebagai Business Partner di PT Moores Rowland Indonesia, sejak bulan April 2009
Beliau sebelumnya menjadi Vice President of Corporate Banking Corporate Finance Division of PT Bank PDFCI Tbk, dari tahun 2003-2009 sebagai Business Partner di PT Moores Rowland Indonesia, sejak bulan April 2009
4)
Ir. Hari
Widjajanto, M.M. (Direktur Sumber Daya Manusia)
Bergabung dengan ANTAM
sejak tahun 1989 dan diangkat sebagai Direktur sejak tanggal 26 Maret 2014.
Sebagai tindak lanjut dari amanat RUPS Tahunan Perseroan Tahun Buku 2014 agar
Direksi menetapkan pembagian tugas dan kewenangan anggota Direksi Perseroan
dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Dewan Komisaris. Sehubungan dengan
hal tersebut, maka pada Rapat Dewan Komisaris yang mengundang Direksi pada
tanggal 25 April 2014, telah dilakukan proses konsultasi dimaksud dan menunjuk
Ir. Hari Widjajanto, M.M. sebagai Direktur SDM.
Memperoleh gelar Sarjana
Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung di tahun 1988 dan Magister
Manajemen Internasional dari Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulia di tahun
1999. Sebelumnya menempati berbagai posisi kunci di ANTAM seperti Staf Bidang
Analisis pada Direktur Pengembangan (2006), Senior
Manager Corporate Strategy
Development (2006-2011) dan General
Manager (SVP) Gold Mining
Business Unit (2011-2014).
5)
Ir. I Made
Surata, M.Si (Direktur Umum
& CSR)
Sebagai tindak lanjut dari
amanat RUPS Tahunan Perseroan Tahun Buku 2013 agar Direksi menetapkan pembagian
tugas dan kewenangan anggota Direksi Perseroan dengan terlebih dahulu
berkonsultasi dengan Dewan Komisaris. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada
Rapat Dewan Komisaris yang mengundang Direksi pada tanggal 1 Mei 2013, telah
dilakukan proses konsultasi dimaksud dan menunjuk Ir. I Made Surata, M.Si.
sebagai Direktur Umum dan CSR.
Bergabung dengan ANTAM
sejak tahun 1990 dan diangkat sebagai Direktur sejak tanggal 30 April 2013.
Memperoleh gelar Sarjana Teknik Geologi dari Universitas Gajah Mada di tahun
1988 dangelar Magister Ilmu Pengembangan Wilayah Pertambangan dan Sumber Daya
Mineral dari Universitas Padjajaran di tahun 2007. Sebelumnya menempati
berbagai posisi kunci di ANTAM seperti Exploration
Manager Unit Geomin
(2005-2007), Senior Manager Exploration Unit Geomin (2007-2008)
dan Geomin Unit Head di tahun 2008.
6)
Dimas Wikan
Pramudhito (Direktur Keuangan)
Diangkat sebagai Direktur
sejak tanggal 7 Oktober 2015. Memperoleh gelar Bachelor of Science in Business
Administration di tahun 2003 dari McLaren School of Business, University of San
Francisco dan gelar MBA: Concentration in Corporate Finance di tahun 2005 dari
Ageno School of Business, Golden Gate University. Sebelumnya menempati posisi
kunci di berbagai institusi finansial seperti Compliance Analyst-Portfolio di
Franklin Templeton Investments (2005-2006), Relationship Manager-Assistant
Manager di Rabobank International Indonesia (2006-2008), Associate Director di
Standard Chartered Bank Indonesia (2008-2011) dan Vice President di Bank of
Tokyo-Mitsubishi UFJ (2012).
Saham ANTAM diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (Indonesia
Stock Exchange, IDX) serta di Bursa Efek Australia (Australian Securities
Exchange, ASX). Saham ANTAM tercatat di Papan Utama IDX serta merupakan anggota
dari LQ45, the Jakarta Islamic Index, the Jakarta Mining Index, the SRI Kehati
Sustainability Index dan beberapa indeks lokal terkemuka lainnya. Saham ANTAM
di ASX tercatat dalam full ASX Listing sejak tahun 2002. Saham ANTAM di ASX
diperdagangkan dalam bentuk Chess Depository Interests (CDI) dimana satu CDI
mewakili 5 saham.[3]
PT ASDP INDONESIA FERRY
PT ASDP Indonesia
Ferry (Persero) adalah
salah satu BUMN di Indonesia yang bergerak dalam jasa angkutanpenyeberangan dan pengelola pelabuhan penyeberangan untuk penumpang, kendaraan dan barang. Fungsi utama perusahaan ini adalah
menyediakan akses transportasi publik antar pulau yang bersebelahan serta menyatukan pulau-pulau besar
sekaligus menyediakan akses transportasi publik ke wilayah yang belum memiliki
penyeberangan guna mempercepat pembangunan (penyeberangan perintis).
Pada Tahun 1973,
PT Indonesia Ferry (Persero) bernama Proyek ASD Ferry (PASDF) kemudian berubah
menjadi Perum ASDP pada tahun 1986 dan selanjutnya tahun 1993
menjadi PT ASDP (Persero). Beralihnya status Perum ASDP menjadi Perusahaan Perseroan
mengartikan bahwa pola usahanya diharapkan mampu bersaing dengan perusahaan
swasta maupun badan usaha negara lainnya tanpa meninggalkan fungsinya sebagai
penyedia penyeberangan perintis.
Pada tanggal 5 Agustus 2008, dengan disaksikan oleh Deputi Bidang
Usaha Logistik dan Pariwisata Kementerian BUMN
dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi,
PT Indonesia Ferry (Persero) melakukan penandatanganan Pakta Integritas yang
menandai diberlakukannya perubahan struktural perseroan dimulai dari perubahan
nama dan logo dari "PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)" menjadi
"PT Indonesia Ferry (Persero)", redefinisi visi dan misi, penegasan
usaha pokok, penciptaan usaha penunjang, revitalisasi dan investasi alat
produksi, restrukturisasi total serta rencana strategis bisnis. Semua hal
tersebut adalah bagian dari pelaksanaan program transformasi bisnis yang
diharapkan dapat mengubah posisi PT Indonesia Ferry (Persero) menjadi BUMN yang
dapat memberikan kontribusi bagi negara. Kemudian pada tahun 2012, Modernisasi
armada yang diperkuat dengan kapal berukuran besar dan dilengkapi fasilitas
berstandar internasional.[4]
Þ VISI
Menjadi perusahaan jasa pelabuhan dan penyeberangan yang terbaik dan terbesar di tingkat regional, serta mampu memberikan nilai tambah bagi stakeholders.
Menjadi perusahaan jasa pelabuhan dan penyeberangan yang terbaik dan terbesar di tingkat regional, serta mampu memberikan nilai tambah bagi stakeholders.
Þ MISI
·
Meyediakan prasarana pelabuhan dan sarana kapal
penyeberangan yang tangguh sebagai pendukung dalam sistem logistik nasional
·
Memiliki standar pelayanan internasional yang didukung
oleh tenaga professional dan manajemen bisnis modern serta tata kelola
perusahaan yang baik
·
Menguasai pangsa pasar Nasional dan memperluas
jaringan operasional sampai ke tingkat regional untuk memaksimalkan pertumbuhan
dan keuntungan
·
Memaksimalkan peran korporasi dan infrastruktur negara
serta agen pembangunan
Þ MULTI PERAN
A. Peran Utama :
·
Korporasi Negara, Memberi keuntungan dan deviden
melalui jasa angkutan penyeberangan dan jasa pelabuhan.
·
Infrastruktur Negara, Menyediakan
jaringan transportasi publik antarpulau (daerah yang sudah dan sedang
berkembang).
·
Agen Pembangunan, Menyediakan jaringan transportasi
publik bagi wilayah pulau terpencil (jauh) dan terluar (perbatasan) guna
mempercepat pembangunan dan membuka isolasi geografis.
B. Peran Pendukung :
·
Penunjang Kedaulatan NKRI, Menyediakan
jaringan transportasi untuk keperluan sosial-politik negara dan pertahanan
nasional melalui kunjungan reguler di pulau.
·
Penunjang Bantuan Tanggap Darurat, Menyediakan
angkutan dengan kapasitas besar, cepat, murah, dan handal ke seluruh pelosok
Nusantara untuk kondisi darurat nasional.[5]
ASDP Indonesia Ferry menjalankan
pelayanannya berdasarkan nilai-nilai inti perusahaan yang menjadi bangunan
budaya perusahaan, yaitu :
ü Peduli
Memahami dan tanggap terhadap kebutuhan stakeholder dan lingkungan, termasuk mengantisipasi dinamika bisnis, berperilaku gesit, ramah, sopan serta lugas dalam pelayanan.
Memahami dan tanggap terhadap kebutuhan stakeholder dan lingkungan, termasuk mengantisipasi dinamika bisnis, berperilaku gesit, ramah, sopan serta lugas dalam pelayanan.
ü
Handal
Kesuksesan jangka panjang lebih penting daripada
keuntungan jangka pendek, selalu berusaha mencapai keunggulan dalam berbagai
aspek kinerja perusahaan dengan menempatkan kepuasan pelanggan sebagai
prioritas utama.
ü Terpercaya
Komitmen penuh terhadap pengelolaan perusahaan yang mencerminkan konsitensi antara prinsip dan perilaku.
Komitmen penuh terhadap pengelolaan perusahaan yang mencerminkan konsitensi antara prinsip dan perilaku.
Dan dengan motto “We Bridge
The Nation” atau “Bangga Menyatukan Nusantara” insan ASDP Indonesia Ferry
senantiasa bekerja keras dan cerdas, menjaga komitmen dan kebanggaan untuk
melayani kepentingan pengguna jasa sekaligus kepentingan Negara.[6]
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Ø DEWAN
KOMISARIS
|
1.
|
Lalu
Sudarmadi
|
:
|
Komisaris Utama
|
|
2.
|
Achmad
Sanusi
|
:
|
Komisaris
|
|
3.
|
Asep
Isknadar
|
:
|
Komisaris
|
|
4.
|
Stephanus
Budiyono
|
:
|
Komisaris
|
|
5.
|
Chumaidi
Syarief Romas
|
:
|
Komisaris
|
|
6.
|
Sugihardjo
|
:
|
Komisaris
|
Ø DIREKSI
|
1.
|
Danang
S. Baskoro
|
:
|
Direktur Utama
|
|
2.
|
La
Mane
|
:
|
Plt. Direktur Keuangan
|
|
3.
|
La
Mane
|
:
|
Direktur Usaha Penyeberangan
|
|
4.
|
Kemal
Heryandri
|
:
|
Direktur Usaha Pelabuhan
|
|
5.
|
Charda
Damanik
|
:
|
Direktur SDM dan Umum
|
|
6.
|
M.
Fitri Natriawan
|
:
|
Direktur Teknik[7]
|
Alamat PT ASDP Indonesia Ferry Persero
Þ Kantor Pusat ASDP:
Jalan
Jenderal Achmad Yani Kavling 52 A
Jakarta,
Indonesia 10510
Telpon 021
4208911/13/15
Fax. 021
4210544
Email:
corporate.secretary@indonesiaferry.co.id
Websit:
www.indonesiaferry.co.id
Þ Kantor cabang ASDP di Indonesia:
Pelabuhan Ambon - Maluku
Jalan
Jenderal Sudirman Tantui Atas
Maluku 97111
Telpon: 0911
341557
Fax: 0911
351431
Pelabuhan Bajoe - Sulawesi Selatan
Komplek
Pelabuhan 24 Bajoe
Bone -
Sulawesi Selatan 92716
Telpon. 0481
22171
Fax. 0481
22171
Pelabuhan Bakauheni - Lampung
Jalan
Pelabuhan Bakauheni
Bakauheni -
Lampung 35592
Telpon. 0727
331032
Fax. 0727
331252
Pelabuhan Balikpapan - Kalimantan
Timur
Jalan MT.
Haryono No.78B Batu Ampar
Balikpapan
Utara - Kalimantan Timur 76126
Telpon. 0542
875679
Fax. 0542
873856
Pelabuhan Aceh - NAD
Jalan Rama
Setia Desa Deah Geulumpang
Telpon. 0651
8052037
Fax. 0651
8052036
Pelabuhan Bangka - Kep. Bangka
Belitung
Tanjung
Kelian - Muntok
Telpon. 0716
22279
Fax. 0716
22278
Pelabuhan Batam - Kepulauan Riau
Telaga Punggur -
Kepulauan Riau
Telpon. 0778
479171
Fax. 0778
479170
Pelabuhan Batulicin - Kalimantan
Selatan
Jalan
Pelabuhan Ferry No.1 - Tanah Bumbu
Telpon. 0518
70408
Fax. 0518
71128
Pelabuhan Bau-bau - Sulawesi
Tenggara
Jalan R.E.
Martadinata No.31
Telpon. 0402
2825205
Fax. 0402
2825205
Pelabuhan Bengkulu - Bengkulu
Jalan Ir.
Rustandi Soegianto, Pulau Baai
Telpon. 0736
52125
Fax. 0736
52125
Pelabuhan Biak - Papua
Jalan
Imanuel - Suci No. 21
Telpon. 0981
22577
Fax. 0981
23936
Pelabuhan Bitung - Manado, Sulawesi
Utara
Jalan
Mochammad Hatta - Pateten
Telpon. 0438
30847
Fax. 0438
2239119
Pelabuhan Jepara, Jawa Tengah
Jalan
Kolonel Sugiono No.290
Telpon. 0291
591048
Fax. 0291
591048
Pelabuhan Kayangan - NTB
Lombok Timur
Telpon. 0376
21773
Fax. 0376
21773
Pelabuhan Ketapang - Jawa Timur
Jalan
Jenderal Gatot Subroto - Banyuwangi
Telpon. 0333
424308
Fax. 0333
421711
Pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara
Timur
Telpon. 0380
890420
Fax. 0380
890388
Pelabuhan Lembar - NTB
Telpon. 0370
681313
Fax. 0370
681215
Pelabuhan Luwuk - Sulawesi Tengah
Jalan Tan
Malaka No.15
Telpon. 0461
22375
Fax. 0461
325369
Pelabuhan Merak - Tangerang Banten
Telpon. 0254
571032
Fax. 0254
571039
Pelabuhan Merauke - Papua
Jalan
Brawijaya Simpang Masjid Raya No. 1A
Telpon. 0971
321088
Fax. 0971
321691
Pelabuhan Padang - Sumatera Barat
Jalan
Tarandam IV No. 3A, Sawahan
Telpon: 0751
27153
Fax : 0751
34037
Pelabuhan Pontianak - Kalimantan
Barat
Jalan
Komodor Yos Sudarso No.47
Telpon. 0561
773200
Fax. 0561
773100
Pelabuhan Sape - NTB
Telpon. 0374
71075
Fax. 0374 71066
Pelabuhan Selayar - Sulawesi Selatan
Bulukumba
Telpon. 0413
2589680
Fax. 0413
2583056
Pelabuhan Sibolga - Sumatera Utara
Jalan
Sisingamangaraja No.161
Telpon. 0631
21752
Fax. +62631
21752
Pelabuhan Sinabang - NAD
Komplek
Pelabuhan Penyeberangan Singkil Pulau Sarok
Telpon: 0658
21381
Fax: 0658
21381
Pelabuhan Sorong - Papua Barat
Jalan
Komplek Dermaga Klademak II
Telpon. 0951
321121
Fax. 0951
321418
Pelabuhan Tanjung Perak- Surabaya,
Jawa Timur
Jalan
Kalimas Baru No.194 A
Telpon. 031
3297165
Fax. 031 3291709
Pelabuhan Ternate - Maluku Utara
Jalan
Komplek Bastiong
Telpon. 0921
3127773
Fax. 0921
3127773
Pelabuhan Tual - Maluku
Jalan Baldu
Wahadat
Telpon. 0916
21708
Telpon. 0916
21708
v PERUM
PERUM PERINDO
Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) yang sebelumnya
bernama Perusahaan Umum Prasarana Perikanan Samudera (Perum PPS) didirikan
berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1990 diatur kembali dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2000 sebagaimana diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 9 Tahun 2013 merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
diberi tugas dan tanggung jawab dalam rangka mengelola aset negara guna
menyelenggarakan pengusahaan dan pelayanan barang jasa dan pengembangan sistem
bisnis perikanan kepada pengguna jasa pelabuhan perikanan yaitu nelayan pada
khususnya dan masyarakat perikanan pada umumnya serta memupuk keuntungan.
Hingga tahun 2013, pengusahaan dan pelayanan tersebut dilaksanakan di 6 (enam)
pelabuhan perikanan yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta di
Jakarta, Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan di Belawan; Pelabuhan Perikanan
Nusantara Pekalongan di Pekalongan; Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong di
Brondong; Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat di Pemangkat, dan Pelabuhan
Perikanan Nusantara Prigi di Prigi.
Setelah beroperasi lebih dari 24 tahun, kondisi sebagian sarana dan
prasarana telah melampaui usia teknis/ekonomis serta terbatasnya dana
perusahaan untuk melakukan investasi dan rehabilitasi secara keseluruhan. Namun
demikian upaya optimalisasi usaha terus dilakukan sehingga perusahaan masih
dapat melaksanakan misi dan tugasnya dengan baik, bahkan telah mampu
mengembangkan usahanya dan menguntungkan.
Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Perum Perikanan Indonesia
telah menyusun RKAP dan RKA PKBL Tahun 2015 berdasarkan evaluasi kinerja
perusahaan beberapa tahun terakhir dengan langkah-langkah optimalisasi sarana
dan prasarana serta mencari terobosan peluang usaha baru dengan memperhitungkan
faktor-faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi kinerja
perusahaan. Selain itu diambil langkah dan upaya strategis dengan pendekatan Bottom Up dan Top Down yaitu cabang-cabang
perusahaan membuat konsep RKAP masing-masing berdasarkan situasi dan kondisi
lapangan kemudian dibahas dan dirumuskan bersama dengan Kantor Pusat sebagai
kesepakatan dan tanggung jawab bersama yang kemudian dituangkan dalam bentuk
kontrak manajemen.
Mempertimbangkan perubahan lingkungan strategis dalam pelaksanaan
pembangunan nasional dan pembangunan kelautan dan perikanan, diperlukan
langkah-langkah terobosan yang menjadi bagian kebijakan sebelumnya dan
terintegrasi yang saling memperkuat guna menuju perusahaan perikanan yang
tangguh, terpercaya dan penggerak pertumbuhan ekonomi. Perum Perikanan
Indonesia akan melakukan investasi dan mengembangkan unit bisnis baru yang
sudah dimulai sejak tahun 2013 dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas,
nilai tambah dan daya saing, sekaligus membangun sistem produksi yang modern
dan terintegrasi dari hulu sampai hilir.
Perum Perikanan Indonesia mempunyai peranan dan posisi yang sangat
strategis dalam upaya mendukung visi dan misi Pemerintah khususnya Kementerian
BUMN maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk peningkatan kualitas
pengelolaan perusahaan yang transparan dan akuntable, mendorong pertumbuhan
ekonomi regional dan nasional serta pendapatan negara dan pembangunan nasional
melalui pembangunan dan pengembangan sektor kelautan dan perikanan.[8]
Þ VISI
Menjadi perusahaan
perikanan yang tangguh, terpercaya dan penggerak pertumbuhan ekonomi.
Þ MISI
1.Berperan aktif dalam pembangunan perekonomian nasional di sektor perikanan dan kelautan.
2.Menyediakan fasilitas barang dan jasa guna mendukung pelayanan prima.
3.Mengembangkan sistem bisnis perikanan.
4.Memiliki sumber daya manusia (SDM) yang profesional
5.Mengelola perusahaan berdasarkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
INTEGRITAS
Selalu
menjaga kesesuaian antara pikiran, ucapan dan perbuatan.
SEMANGAT
Selalu
bersungguh-sungguh dalam melaksanakan setiap pekerjaan untuk mencapai suatu
tujuan.
KEBERSAMAAN
Saling
menghargai, saling percaya dengan membangun sinergi dan menjujung tinggi
kebersamaan.
PROFESIONAL
Melaksanakan
tugas sesuai keahlian, komitmen, tanggungjawab dan dapat diandalkan untuk
memberikan hasil yang terbaik untuk perusahaan.
VISIONER
Memiliki
pendangan yang jauh kedepan untuk menyelesaikan masalah dan antisipasinya dan
membuat ide baru serta melakukan perbaikan terus menerus.[9]
Þ DEWAN
PENGAWAS
1. Prof. Ir. Sjarief Widjaja, Ph.D., F.RINA : Ketua Dewan Pengawas
2. Arif Satria : Anggota Dewan Pengawas
3. Wisnu Satyadharma : Anggota Dewan Pengawas
Þ DIREKSI
1.Syahril Japarin (Direktur Utama)
Lahir di Padang, Sumatera Barat, 19 November 1966. Meraih gelar sarjana
teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1991. Perjalanan
karirnya pernah menjadi CEO di beberapa perusahaan termasuk BUMN, diantaranya
Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) (2013-2014), CEO PT
Djakarta Lloyd (2011 – 2013), CEO PT Aetra Air Jakarta (2008-2011), Direktur
Utama PT Aetra Air Jakarta (2008-2011) dan Direktur Utama PDAM Kota Pontianak
(2004-2007). Prestasi yang pernah diraih yaitu Peringkat 5 Pemimpin Perusahaan
Terbaik dan Peringkat 1 Pemimpin Perusahaan Terbaik kategori Overall Inner
Power dalam Anugerah Business Review di Singapura tahun 2010 serta CEO on
Leadership dan Business Management dalam BUMD Award 2006.
2.Reti Ketrinia (Direktur Usaha Pelabuhan dan Pengembangan Usaha)
Lahir pada tanggal 11 Oktober 1961, lulus dari fakultas Eksploitasi
Sumber Daya Perikanan, Institut Pertanian Bogor pada tahun 1984, sementara
gelar Magister Manajemen di raih di IPWI Jakarta pada tahun 2001. Sejak 1987
berkarir di kementerian Pertanian-Direktorat Jenderal Perikanan dan
diperbantukan di Perusahaan Umum Prasarana Perikanan Samudera yang sekarang
berubah menjadi Perusahaan Umum Perikanan Indonesia. Sempat bertugas sebagai
Pengawas Internal (SPI), Kepala Divisi Pemasaran, Kepala Divisi Teknik, Kepala
Divisi Umum Kantor Pusat, Kepala Divisi Keuangan Cabang Jakarta dan saat ini
merangkap sebagai Direktur Keuangan, SDM dan Umum Perum Perikanan Indonesia.
3.W. Haryomo (Direktur Usaha Perikanan Budidaya)
Lahir di Klaten pada tanggal 6 Juni 1957, Lulus Diploma III (D
III) Akademi usaha Perikanan dilanjutkan dengan Sekolah Tinggi Perikanan (D IV)
(19870, gelar Sarjana diperoleh dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi fakultas
Ekonomi jurusan Manajemen keuangan. Sementara gelar Magister Agribisnis
diperoleh tahun 2009. Sejak 1982 berkarier di Kementerian Pertanian-Direktorat
Jenderal Perikanan. 1991-1997 Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Lombok.
1997-2001 Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. 2001-2005 Kepala
Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi-Jawa Timur. 2005-2008 Kepala Pelabuhan
Perikanan Samudera Belawan. 2008-2010 Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera
Kendari. 2010-2013 Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap-Jawa Tengah[10]
[1] http://ruswandialfan.blogspot.co.id/2011/10/bumn-dan-bums.html diakes pada tanggal 23 Maret 2016 Pukul 14:25
[4] https://id.wikipedia.org/wiki/ASDP_Indonesia_Ferry diakses pada tanggal 25 Maret 2016 pukul 16 : 40.
[6] http://www.indonesiaferry.co.id/id/pages/view/3 diakses pada tanggal 25 Maret 2016 pukul 18 : 02.
[8] http://bumn.go.id/perikananindonesia/halaman/41/tentang-perusahaan.html diakses pada tanggal 26 pukul 19 :08 .
[9] http://www.perumperindo.co.id/tentang-kami/budaya-perusahaan# diakses pada tanggal 26 Maret 2016 Pukul 18 :25
[10] http://www.perumperindo.co.id/tentang-kami/profil-perusahaan diakses pada tanggal 26 Maret 2016 pukul 20:08




Tidak ada komentar:
Posting Komentar