Senin, 04 April 2016

Nama : WIKE LUSIANA P. NIM : 1711143086 KELAS ; HES 4C BENTUK-BENTUK BUMN


BUMN & PROFIL PERUSAHAAN BUMN (PERSERO&PERUM)

Berdasarkan Undang – Undang No.19 Tahun 2003 tentang BUMN, dimana pada Pasal 1 Ayat 1 dijelaskan bahwasannya yang dimaksud dengan BUMN ialah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.
Menurut UU No. 9 tahun 1969, BUMN dibagi menjadi 3 baguan, yaitu:
1.   Perusahaan Negara Jawatan (Perjan)
Ø Ciri pokok berdasarkan menurut UU No. 9 tahun 1969 adalah :
a)   tujuan melayani kepentingan umum
b)   bagian dari Departemen atau Direktorat jenderal sehingga tidak otonom
c)   dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah sebagai bagian dari departemen atau direktorat jenderal.
d)  dipimpin oleh kepala jawatan dan diangkat oleh pemerintah
e)   diawasi langsung oleh pemerintah secara hirarkisfungsional, diperiksa oleh akuntan Negara dan disahkan oleh menteri.
f)    modalnya berasal dari anggran pendapatan dan belanja Negara tahunan
g)   para pegawainya berstatus pegawai negeri
h)   ruang lingkupnya adalah sektor pelayanan umum yang bersifat strategis
2.   Perusahaan Negara Umum (Perum)
Berdasarkan Undang undang terbaru maksud dan tujuan pendirian perum adalah menyelenggarakan usaha yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan atau jasa yang berkualitas dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat yang berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan yang sehat.
Ø Ciri-ciri perum adalah
a)   tujuannya melayani kepentingan umum
b)   berstatus badan hukum dan dilindungi undang undang
c)   pada umumnya bergerak dibidang jasa jasa vital
d)  dapat dituntut dan menuntut sertahubungan hukumnya diatur secara perdata
e)   modal seluruhnya dimiliki oleh pemerintah dari kekayaan Negara yang dipisahkan
f)    pegawainya adalah pegawai perusahaan Negara yang diatur tersendiri diluar ketentuan yang berlaku bagi pegawai negeri sipil.
g)   laporan tahunan perusahaan yang memuat laporan untung rugi dan neraca kekayaan disampaikan kepada pemerintah.
3. Perusahaan Negara Perseroan (Persero)
Modal terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh negaraRI. Tujuan utamanyaadalah mengejar keuntungan.
Ø Ciri-ciri persero adalah :
a)   tujuan utamanya mengejar keuntungan
b)   modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau sebagian dimiliki oleh Negara
c)   pemegang kekuasan tertinggi di persero adalah rapat umum pemegang saham (RUPS)
d)  dipimpin oleh direksi dan dalam kepengurusannya dibawah pengawasan komisaris
e)   kariyawan persero BUMN merupakan pekerja BUMN yang pengangkatan, pemberhentian, promosi jabatanserta hak dan kwajibannya ditetapkan berdasarkan perjanjian kerjasama dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.[1]
Kemudian setelah adanya Undang – Undang baru yakni Undang –Undang No.19 Tahyun 2003 BUMN hanya terbagi menjadi 2 yaitu :
ü  PERSERO
ü  PERUM

v PERSERO

PT RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA (PERSERO)



BUMN / Perseroan Terbatas
Industri/jasa
Didirikan
1964
Kantor pusat
Jakarta, Jakarta, Indonesia
Daerah layanan
Seluruh Indonesia
Pendapatan
Rp 450 miliar (2012)
Rp 5.09 triliun (per Desember 2011)
Pemilik
Karyawan
7.401 karyawan tetap
Situs web

Rajawali Nusantara Indonesia atau disingkat RNI adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dibidang agrobisnis, farmasi dan perdagangan. Rajawali Nusantara Indonesia didirikan pada pada tahun 1964 sebagai kelanjutan dari Nasionalisasi aset – aset grup konglomerat Oei Tiong Ham Concert (OTHC) atau Kian-gwan Kongsi yang didirikan oleh “Raja Gula” Oei Tiong Ham.

*   SEJARAH PT RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA
PT Rajawali Nusantara Indonesia diawali dari pertengahan abad XIX. Pada 1 Maret 1863, Oie Tjie Sien mendirikan perusahaan perdagangan hasil bumi dengan nama NV Handel My Kian Gwan di Semarang. Pada perkembangannya, NV Handel My Kian Gwan lalu menjadi induk usaha (holding company) yang membawahi sejumlah usaha meliputi yang membawahi sejumlah usaha meliputi perdagangan, industri gula, perkebunan karet, industri farmasi, jasa keuangan, properti dan lain – lain.
Tahun 1885 adalah awal baru bagi NV Handel putra Oie Tjien Sien, Oei Tiong Ham melanjutkan kepemimpinan ayahnya. Perusahaan tersebut lalu diubah namanya menjadi Oei Tiong Ham Concern (OTHC), sebuah perusahaan konglomerasi bisnis pertama di Nusantara. OTHC menjalankan bisnis hingga 1961 ketika Pemerintah Republik Indonesia mengambil alih perusahaan induk tersebut. Setelah melakukan nasionalisasi OTHC, pemerintah Indonesia mengelola seluruh aset perusahaan. Sebagian aset perusahaan dimasukkan sebagai penyertaan modal untuk mendirikan PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional (PPEN) Rajawali Nusantara Indonesia pada 12 Oktober 1964. Inilah tanggal berdirimya RNI. Pada awal berdirinya tersebut, RNI memiliki 10 anak Perusahaan.
Tahun 1964-1985, RNI berfokus pada rehabilitasi alat produksi untuk mendorong peningkatan produktivitas. Perubahan status perusahaan menjadi Persero dilaksanakan untuk memenuhi Undang-Undang No 9 Tahun 1969 dan Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 1974. Selanjutnya, selama tahun 1986-1998 dilakukan penggabungan sejumlah unit usaha, perluasan wilayah usaha di luar Jawa, dan pengembangan unit usaha baru.
Rajawali Nusantara Indonesia pada tahun 2001-2003 mulai mengokohkan diri menjadi perusahaan induk yang tidak melakukan operasi dan menjadi investment holding. Pada fase pengembangan selektif ini, fokus RNI adalah optimasi kinerja kelompok perusahaan. Sementara, perusahaan mulai melakukan sejumlah diversikasi untuk memaksimalkan nilai tambah pada kurun 2004-2009. Sejak tahun 2010, perusahaan berupaya mengoptimalkan sinergi antar anak Perusahaan serta anak Perusahaan dengan Induk Perusahaan. Tujuannya agar tercapai perbaikan rasio keuangan, kinerja produksi, pertumbuhan usaha dan tingkat kesehatan perusahaan. Fase ini berakhir tahun 2012. Saat ini, perusahaan sedang pada fase optimalisasi dan eksplorasi (2013-2017). Pada fase ini, Perusahaan holding difokuskan pada mendukung peningkatan kinerja dengan menciptakan daya saing, pengembangan usaha baru dan menjadi pilar bisnis di masa depan.
*   Visi dan Misi PT Rajawali Nusantara Indonesia
Þ    VISI PT. Rajawali Nusantara Indonesia
“Menjadi Perusahaan investment holding terbaik ditingkat regional dengan basis agro industri, farmasi, alat kesehatan, distribusi, perniagaan dan properti”
Þ    MISI PT. Rajawali Nusantara Indonesia
1)   Mengelola kelompok usaha secara terintegrasi dengan mengedepankan prinsip sinergi antar kelompok usaha.
2)   Menjalankan perusahaan secara profesional dengan kualitas produk dan layanan yang prima.
3)   Mengembangkan budaya perusahaan dan sumber daya manusia yang handal serta berkinerja tinggi dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
4)   Menerapkan strategi usaha yang berkomitmen tinggi dalam rangka memberikan nilai tambah yang optimal bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.
5)   Menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
*   Struktur Organisasi
Ø B. Didiek Prasetyo
Menjabat sebagai Direktur Utama RNI sejak tahun 2015. Beliau memiliki kompetensi di bidang pertanian khususnya sektor kehutanan dengan latar belakang pendidikan Sarjana Kehutanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), sebelumnya beliau sebagai Asisten Deputi bidang Usaha Energi, Pertambangan, Percetakan dan Pariwisata Kementerian BUMN. Pernah menjadi komisaris di PT RNI pada tahun 2008-2013.
Ø M. Yana Aditya
Menjabat sebagai Direktur Keuangan RNI sejak tahun 2015. Beliau memiliki kompetensi di bidang ekonomi khususnya Akuntansi dengan latar belakang pendidikan Sarjana Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jabatan sebelumnya adalah Direktur Keuangan & SDM PT Balai Pustaka (Persero). Beliau juga seorang praktisi bisnis di bidang manajemen strategis dan manajemen keuangan. Sebelum bergabung di Balai Pustaka berkiprah di perbankan dan perhotelan.
Ø Agung P. Murdanoto,
Menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi sejak tahun 2015. Beliau memiliki kompetensi di bidang pertanian dengan latar belakang pendidikan Sarjana Pertanian dari IPB dan mempeloreh Gelar Master dan Doktor bidang Agricultural dari Kyoto University. Beliau menjabat sebagai Direktur PT Mitra Kerinci sejak Maret 2012. Deputi Direktur Pengambangan Usaha Agro PT RNI 2004-2007 dan Deputi Direktur Pengembangan  PT RNI tahun 2007-2012.
Ø Elka Wahyudi,
Menjabat sebagai Direktur Pengendalian Usaha dan Manajemen Resiko sejak tahun 2015. Beliau memiliki kompetensi di bidang pertanian dengan latar belakang Meraih Gelar Sarjana Pertanian dari Universitas Jember pada tahun 1982. Menjabat sebagai Direktur Utama PTP Mitra Ogan pada tahun 2007-2013. Pernah menjadi GM Perdagangan Agro PT Rajawali Nusindo 2004-2007.
Ø Djoko Retnadi
Menjabat sebagai Direktur SDM dan Manajemen Asset RNI sejak tahun 2015. beliau memiliki kompetensi di bidang ekonomi dengan latar belakang pendidikan Gelar Sarjana Ekonomi Studi Pembangunan dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1988 dan gelar Magister of Business, konsentrasi pada Finance and Banking dari Monash University Melbourne pada tahun 2000. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Strategi Bisnis & Inovasi PT RNI sejak Mei 2014. Beliau memulai karir di BRI Pusat di Jakarta sempat menjabat sebagai Wakil Pemimpin Wilayah BRI Banjarmasin, Bandung, dan Jakarta.

Ø Mirzawan Puri Dwi Nurtjahjo
Diangkat sebagai Komisaris Utama RNI sejak tahun 2015, beliau memiliki latar belakang di bidang Pertanian. Selain gelar Sarjana Pertanian (1976) dan Master Bidang Pertanian (1984) yang diraih dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Beliau juga meraih gelar Ph.D. di bidang Agriculture Science dari University of Queensland – Australia pada tahun 1995.
Sebelum diangkat sebagai Komisaris Utama, beliau menjabat sebagai Direktur pada Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI, 2002 - 2009), dan saat ini juga menjabat sebagai Direktur Pelaksana Tugas pada P3GI.
Ø Junino Jahja, SE, MBA
Diangkat sebagai Komisaris RNI sejak November 2013 beliau memiliki latar belakang di bidang ekonomi. Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia, beliau meneruskan pendidikan Master di University of Southern California Marshall School of Business Administration, Los Angeles, Amerika Serikat pada tahun 1992 dan University of Exeter Business School, England pada tahun 1997. Sebelum menjabat sebagai Komisaris RNI, beliau menjabat sebagai Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2007 dan Direktur Utama Perum Peruri tahun 2007 sampai 2012.
Ø Prof Dr Ainun Naim
Diangkat sebagai Komisaris RNI sejak 2012, beliau memiliki latar belakang ekonomi akuntansi. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana Akuntansi di Universitas Gadjah Mada tahun 1984, Master Degree of Business Administration (MBA) di Western Michigan University, USA tahun 1991, dan Ph.D di Temple University, USA tahun 1996. Sebelum diangkat sebagai Komisaris RNI, beliau menjabat sebagai Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia Universitas Gadjah Mada hingga tahun 2012.
Ø Suripto
Diangkat sebagai Komisaris RNI sejak Mei 2015, beliau memiliki latar belakang di bidang ekonomi. Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana di Universitas Krisnadwipayana Fakultas Ekonomi, beliau meraih gelar Master di International University of Japan. Selain menjabat sebagai Komisaris RNI, beliau juga aktif  di Badan Intelejen Negara (BIN) sejak 1979 dan saat ini menjabat Deputi Ekonomi BIN. Selama karirnya di BIN, beliau telah melaksanakan serangkaian penugasan di luar negeri, misalnya di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2003-2004, dan Brussels, Belgia pada tahun 2005-2007.
Ø Aditya Dhanwantara
Diangkat sebagai Komisaris PT RNI sejak tahun 2005, beliau memiliki latar belakang ekonomi akuntansi. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana Akuntansi di Universitas Atmajaya. Yogyakarta tahun 1997 dan Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Universitas Indonesia tahun 2006. Sebelum diangkat sebagai Komisaris PT RNI, beliau menjabat sebagai Sekretaris Dewan Komisaris PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (2012-2013), Sekretaris Dewan Komisaris PT Danareksa (Persero) (2013-2014), Kepala Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur, Kementrian BUMN (2012-2014), Kepala Bidang Restrukturisasi BUMN II, Kementrian BUMN (2013-2015) hingga diangkat sebagai Kepala Bidang Restrukturisasi Kementrian BUMN (2015-sekarang).
*   Anak Perusahaan
·      Kelompok Usaha Agro Industri
1)   PT. PG Rajawali I
PT. PG Rajawali I berkedudukan di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini mengelola 2 (dua) unit pabrik gula dengan total kapasitas giling 17.500 TCD yaitu PG Krebet Baru dan PG Rejo Agung Baru. Sumber bahan baku sebagian besar adalah dari tebu petani di wilayah Jawa Timur.
2)   PT. PG Rajawali II
PT. PG Rajawali II berkedudukan di Cirebon, Jawa Barat. Perusahaan ini mengelola 5 (lima) unit pabrik gula dengan total kapasitas giling 14.000 TCD yaitu PG Sindang Laut, PG Karangsuwung, PG Tersana Baru, PG Jatitujuh, dan PG Subang. Disamping itu PT. PG Rajawali II juga mengelola 1 (satu) unit pabrik spirtus dan alkohol yaitu PSA Palimanan, serta pengolahan produk turunan limbah pabrik yaitu unit kampas rem PT. Inti Bagas Perkasa sebagai pabrik pengolahan limbah pabrik gula, bagasse, yang diolah menjadi kampas rem. Sumber bahan baku adalah tebu dari lahan sendiri (HGU) seluas 12.000 Ha dan tebu dari petani di sekitar wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.
3)   PT. PG Candi Baru
PT. PG Candi Baru berkedudukan di Sidoarjo, Jawa Timur.  Perusahaan ini mengelola 1 (satu) unit pabrik gula dengan total kapasitas giling 2.500 TCD yaitu PG Candi Baru itu sendiri. Sumber bahan baku sebagian besar adalah tebu dari para petani di wilayah Jawa Timur.
4)   PTP. Mitra Ogan
PT. Perkebunan Mitra Ogan berkedudukan di Palembang, Sumatera Selatan. Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit dan karet. Sumber bahan baku diperoleh dari 35% lahan inti dan 65% lahan plasma. PTP. Mitra Ogan memiliki 2 unit PKS dengan kapasitas 90 ton/jam.
5)   PT. Laras Astra Kartika
PT. Laras Astra Kartika berkedudukan di Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Perusahaan ini mengelola perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Sumber bahan baku diperoleh dari 40% area lahan inti dan 60% area lahan plasma.
6)   PT. Mitra Kerinci
PT. Perkebunan Mitra Kerinci berkedudukan di Padang, Sumatera Barat. Perusahaan ini mengelola 2 (dua) unit pabrik teh yaitu 1 (satu) pabrik teh hijau dan 1 (satu) pabrik teh hitam yang terletak di Solok Selatan.
·    Kelompok Usaha Farmasi dan Alat Kesehatan
1)   PT. Phapros Tbk
PT Phapros Tbk merupakan satu-satunya anak perusahaan PT RNI yang berupa Perusahaan Terbuka. Produsen obat, food suplemen, dan fitofarmaka ini memiliki CPOB dari Kementerian Kesehatan, Manajemen Mutu ISO 9001 versi 2008, Manajemen Lingkungan ISO 14001 dan OHSAS ISO 18000 tahun 2009. PT Phapros Tbk memiliki fasilitas produksi tablet, tablet salut, kapsul, salep, sirup dan parenteral, yang berlokasi di Semarang. Produk PT. Phapros Tbk, dijual sebagai produk Ethical, OTC, Generik dan Agromed (Fitofarmaka). Pemilik brand “ANTIMO” ini terus mengembangkan manajemen inovasi dalam mengembangkan produk barunya. Saat ini PT. Phapros Tbk sedang berupaya untuk mendapatkan sertifikat GMP-WHO untuk produk Anti TB (Tuberculosis) yang dimilikinya.
2)   PT. Mitra Rajawali Banjaran
PT. Mitra Rajawali Banjaran berlokasi di Banjaran, Bandung. Perusahaan ini memproduksi kondom merk Artika dan Alat Suntik Sekali Pakai (ASSP) dengan merk Skifa. Kapasitas produksi yang dimiliki saat ini adalah 900.000 gross kondom per tahun dan 15 juta unit ASSP per tahun.
·    Kelompok Usaha Perdagangan dan Distribusi
1)   PT. Rajawali Nusindo
Perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta ini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Ditunjang oleh jaringan 42 kantor cabang yang tersebar hampir di setiap provinsi untuk melayani sebanyak 43 prinsipal di Indonesia.
2)   PT. GIEB Indonesia
Merupakan anak perusahaan dengan kegiatan usaha pendistribusian produk Unilever, Philips, DAP, dan barang keperluan lainnya, khusus di Provinsi Bali.

3)   PT. Rajawali Citramas
Berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur. Perusahaan yang telah berhasil meraih sertifikat ISO 9002 ini mengelola sebuah pabrik untuk memproduksi karung plastik, dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 15,7 juta lembar karung plastik.
4)   PT. Rajawali Tanjung Sari
Dengan kapasitas produksi 6 juta sq feet per tahun, pabrik penyamakan kulit di desa Tanjung Sari, Sidoarjo ini memfokuskan penjualan produknya untuk pasar ekspor.
*   Pengembangan Usaha
Pengembangan dan Arah RNI ke depan adalah menjadi BUMN yang:
a)    Berdaya saing global, terutama di bidang: agro industry, farmasi & alat kesehatan, perdagangan & distribusi, serta property.
b)   Memberi kontribusi yang optimal kepada negara dan stakeholders.
c)    Memiliki struktur keuangan yang sehat dan kondisi operasional yang kuat.
d)   Menjadi instrumen pelaksanaan public policy yang handal.
Untuk mencapai hal tersebut PT RNI melalui Divisi Pengembangan berupaya melakukan strategi generik maupun strategi inovasi.[2]

PT. ANEKA TAMBANG Tbk.

PT Aneka Tambang Tbk. atau yang biasa disebut dengan PT Antam merupakan perusahaan pertambangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (65%) dan masyarakat (35%). PT Antam didirikan pada tanggal 5 Juli 1968. Kegiatan Antam mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral.
Pendapatan PT Antam diperoleh melalui kegiatan eksplorasi dan penemuan deposit mineral, pengolahan mineral tersebut secara ekonomis, dan penjualan hasil pengolahan tersebut kepada konsumen jangka panjang yang loyal diEropa dan Asia. Kegiatan ini telah dilakukan semenjak perusahaan berdiri tahun 1968. Komoditas utama Antam adalah bijih nikel kadar tinggi atau saprolit, bijih nikel kadar rendah atau limonit, feronikel, emas, perak dan bauksit. Jasa utama Antam adalah pengolahan dan pemurian logam mulia serta jasa geologi.
*   Riwayat Singkat PT ANTAM Tbk.
Kegiatan usaha Perseroan telah dimulai sejak tahun 1968 ketika Perseroan didirikan sebagai Badan Usaha Milik Negara melalui merjer dari beberapa Perusahaan tambang dan proyek tambang milik pemerintah, yaitu Badan Pimpinan Umum Perusahaan-perusahaan Tambang Umum Negara, Perusahaan Negara Tambang Bauksit Indonesia, Perusahaan Negara Tambang Emas Tjikotok, Perusahaan Negara Logam Mulia, PT Nickel Indonesia, Proyek Intan dan Proyek-proyek Bapetamb. Perseroan didirikan dengan nama "Perusahaan Negara (PN) Aneka Tambang" di Republik Indonesia pada tanggal 5 Juli 1968 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 1968. Pendirian tersebut diumumkan dalam Tambahan No. 36, BNRI No. 56, tanggal 5 Juli 1968. Pada tanggal 14 September 1974, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 1974, status Perusahaan diubah dari Perusahaan Negara menjadi Perusahaan Negara Perseroan Terbatas ("Perusahaan Perseroan") dan sejak itu dikenal sebagai "Perusahaan Perseroan (Persero) Aneka Tambang".
Pada tanggal 30 Desember 1974, ANTAM berubah nama menjadi Perseroan Terbatas dengan Akta Pendirian Perseroan No. 320 tanggal 30 Desember 1974 dibuat di hadapan Warda Sungkar Alurmei, S.H., pada waktu itu sebagai pengganti dari Abdul Latief, dahulu notaris di Jakarta jo. Akta Perubahan No. 55 tanggal 14 Maret 1975 dibuat di hadapan Abdul Latief, dahulu notaris di Jakarta mengenai perubahan status Perseroan dalam rangka melaksanakan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Undang-undang No. 9 tahun 1969 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 tahun 1969 (Lembaran Negara tahun 1969 No. 16. Tambahan Lembaran Negara No. 2890) tentang bentuk-bentuk Usaha Negara menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1969 No. 40), Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1969 tentang Perusahaan Perseroan (Persero). Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1969 No. 21 dan Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 1974 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Negara Aneka Tambang menjadi Perusahaan Perseroan (Persero), Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1974 nomor 33 jo.Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Kep. 1768/MK/IV/12/1974, tentang Penetapan Modal Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Aneka Tambang, yang telah memperoleh pengesahan dari Menkumham dalam Surat Keputusannya No. Y.A. 5/170/4 tanggal 21 Mei 1975 dan kedua Akta tersebut di atas telah didaftarkan dalam buku register yang berada di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta berturut-turut di bawah No. 1736 dan No. 1737 tanggal 27 Mei 1975 serta telah diumumkan dalam Tambahan No. 312 BNRI No. 52 tanggal 1 Juli 1975. Untuk mendukung pendanaan proyek ekspansi feronikel, pada tahun 1997 Perseroan menawarkan 35% sahamnya ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 1999, Perseroan mencatatkan sahamnya di Australia dengan status foreign exempt entity dan pada tahun 2002 status ini ditingkatkan menjadi ASX Listing yang memiliki ketentuan lebih ketat.

*   VISI dan MISI
Þ    Visi ANTAM 2030:
"Menjadi korporasi global terkemuka melalui diversifikasi dan integrasi usaha berbasis Sumber Daya Alam" 
Þ    Misi ANTAM 2030:
§  Menghasilkan produk-produk berkualitas dengan memaksimalkan nilai tambah melalui praktek-praktek industri terbaik dan operasional yang unggul
§  Mengoptimalkan sumber daya dengan mengutamakan keberlanjutan, keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan
§  Memaksimalkan nilai perusahaan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan
§  Meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan karyawan serta kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi
Þ    Arti Visi Kami:
Korporasi
Badan usaha holding yang memberi nilai tambah kepada stakeholder
Global Terkemuka
·  Jangkauan pemasaran di seluruh dunia
·  Operasional berstandar kelas dunia
·  Perusahaan pengolah mineral terbesar di Indonesia
Terdiversifikasi dan Terintegrasi
·  Terdiversifikasi, bisnis yang pruden melalui pengembangan usaha secara horizontal
·  Terintegrasi, bisnis yang saling terkait dari hulu ke hilir
Berbasis Sumber Daya Alam
·  Pengelolaan sumber daya alam yang memberikan nilai tambah pada komoditas inti  dan bisnis pendukungnya
·  Komoditas inti:  produk berbasis nikel, bauksit, dan emas
·  Bisnis pendukung: energi, batubara, jasa eksplorasi, jasa permunian, tradingengineering,O&Mtransshipmenttraining centre, dan perkebunan.

*   Strategi PT ANTAM Tbk.
Pada dasarnya tujuan kami adalah meningkatkan nilai perusahaan melalui penurunan biaya seiring dengan usaha bertumbuh guna menciptakan keuntungan yang berkelanjutan.
Strategi kami adalah tetap berfokus pada bisnis inti perusahaan. Manajemen seringkali bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana kita dapat memperoleh nilai yang maksimal melalui pemanfaatan cadangan yang dimiliki?” Pembangunan kekuatan perusahaan menjadi dasar untuk menjamin profitabilitas yang bersifat jangka panjang. Melalui maksimalisasi output produksi, perusahaan dapat meningkatkan pendapatan serta menurunkan tingkat biaya.
Kami berusaha untuk mempertahankan pertumbuhan melalui proyek-proyek pengembangan yang solid, aliansi strategis, akuisisi, serta peningkatan kualitas dan nilai cadangan dari sekedar menjual bahan mentah dan beralih untuk lebih meningkatkan kegiatan pemrosesan.
Kami berusaha untuk mempertahankan kekuatan keuangan perusahaan. Melalui peningkatan perolehan pendapatan, kami dapat memastikan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban, mendanai pertumbuhan masa depan, serta memberikan imbal hasil bagi pemegang saham melalui pembayaran dividen.
*   Budaya dan Nilai – Nilai PT. ANTAM Tbk.
ANTAM menetapkan nilai-nilai korporasi yang dikenal dengan nama PIONEER (Professionalism, Integrity, Global Mentality, Harmony, Excellence dan Reputation), yang aktualisasinya dimulai dari pimpinan yang bercirikan SENSE (Speed, Energize, Respect, and Courage) sehingga akan membawa Insan ANTAM ke level Human Capital Excellence yaitu Insan-insan ANTAM yang memenuhi kriteria BEST (Beyond Expectation, Environment Awareness dan Synergized Partnership).
*   Manajement
Þ    Dewan Komisaris
1)   Fachrul Razi (Komisaris Utama)
Diangkat sebagai Komisaris Utama pada tanggal 7 Oktober 2015. Lulus dari Akademi Militer pada tahun 1970. Sebelumnya menempati posisi kunci di Tentara Nasional Indonesia seperti Gubernur Akademi Militer (1996-1997), Asisten Operasi Kepala Staf Umum ABRI (1997-1998), Kepala Staf Umum ABRI (1998-1999), Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (1999) dan Wakil Panglima TNI (1999-2000).
2)   Zaelani (Komisaris)
Diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris pada tanggal 31 Mei 2012. Memperoleh gelar Sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga di tahun 1984 dan merupakan alumni LEMHANAS PPSA XVI pada tahun 2009. Saat ini menjabat sebagai Deputi IV Kepala Badan Intelijen Negara Bidang Ekonomi sejak tahun 2010.
3)   Bambang Gatot Ariyono (Komisaris)
Diangkat sebagai Komisaris pada tanggal 7 Oktober 2015. Memperoleh gelar sarjana Geologi dari UPN Veteran Yogyakarta pada tahun 1987, gelar S2 Magister Manajemen dari IPWI Jakarta di tahun 1997 dan S3 dari Ecole Nationela Des Mines de Paris di tahun 2002. Sejak 6 Mei 2015 beliau menjabat sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sebelumnya menempati posisi kunci di Kementerian ESDM seperti Kepala Sub Direktorat Pelayanan Pengusahaan (2001-2006), Kepala Sub Direktorat Pengembangan Investasi, Kerjasama Mineral dan Panas Bumi (2006-2008), Kepala Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara (2008-2013) dan Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi dan Keuangan (2014-2015).

4)   Robert A. Simanjuntak, S.E., M.Sc., Ph.D. (Komisaris)
Diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris pada tanggal 26 Maret 2014. Memperoleh gelar Ph.D. in Economics (1998) dan M.Sc. in Economics (1988) dari University of Birmingham, Inggris. Mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia di tahun 1986. Jabatan yang disandang diantaranya staf khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal sejak tahun 2013; Ketua Tim Asistensi Menteri Keuangan Republik Indonesia Bidang Desentralisasi Fiskal sejak tahun 2009; serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi, UI dari Mei 2005-Juni 2009.
5)   Laode M. Kamaluddin (Komisaris Independen)
Diangkat sebagai Komisaris Independen pada tanggal 31 Mei 2012. Memperoleh gelar Doctor of Philosophy dari Iowa State University, Amerika Serikat pada tahun 1990. Beliau saat ini menjapat sebagai Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Anggota Senior Dewan Kelautan Indonesia (Dekin) sejak tahun 2009, Ketua Umum Koperasi Masyarakat Maritim Indonesia sejak tahun 2000, Komisaris PT Wakatobi Dive Resort sejak tahun 2007, Ketua Penasihat Gubernur Sulawesi Tenggara Bidang Investasi dan Perdagangan sejak tahun 2008, dan pada tahun 2013 Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI).
Þ    Direksi
1)   Ir. Tedy Badrujaman, M.M. (Direktur Utama)
Memperoleh gelar Sarjana Teknik Tambang Metalurgi dari Institut Teknologi Bandung di tahun 1991 dan Magister Manajemen Internasional dari Sekolah Tinggi Prasetiya Mulia di tahun 2004. Sebelumnya menempati berbagai posisi kunci di ANTAM sepertiDeputy Senior VP Operation Unit Bisnis Pertambangan Nikel (2005-2008), Senior VP Unit Bisnis Pertambangan Nikel Sulawesi Tenggara (2008-2012) dan Corporate Secretary Division Head (2012-2013).
2)   Agus Zamzam Jamaluddin (Direktur Operasi)
Bergabung di ANTAM sejak tahun 1996. Beliau memperoleh gelar sarjana Teknik Tambang Metalurgi dari Institut Teknologi Bandung di tahun 1996 dan gelar Magister Teknik dari Institut Teknologi Bandung di tahun 2013.
Beliau sebelumnya menempati berbagai posisi kunci di ANTAM yaitu Vice President, PT Cibaliung Sumberdaya Operation Management di tahun 2014, General Manager UBP Emas di tahun 2014 sampai 2015 dan Direktur Utama PT Indonesia Chemical Alumina di tahun 2015
3)   Johan N.B. Nababan (Direktur Pengembangan)
Bergabung dengan ANTAM di tahun 2015. Memperoleh gelar Sarjana dalam Manajemen Keuangan Universitas Kristen Indonesia di tahun 1990.
Beliau sebelumnya menjadi Vice President of Corporate Banking Corporate Finance Division of PT Bank PDFCI Tbk, dari tahun 2003-2009 sebagai Business Partner di PT Moores Rowland Indonesia, sejak bulan April 2009 
4)   Ir. Hari Widjajanto, M.M. (Direktur Sumber Daya Manusia)
Bergabung dengan ANTAM sejak tahun 1989 dan diangkat sebagai Direktur sejak tanggal 26 Maret 2014. Sebagai tindak lanjut dari amanat RUPS Tahunan Perseroan Tahun Buku 2014 agar Direksi menetapkan pembagian tugas dan kewenangan anggota Direksi Perseroan dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Dewan Komisaris. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada Rapat Dewan Komisaris yang mengundang Direksi pada tanggal 25 April 2014, telah dilakukan proses konsultasi dimaksud dan menunjuk Ir. Hari Widjajanto, M.M. sebagai Direktur SDM.
Memperoleh gelar Sarjana Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung di tahun 1988 dan Magister Manajemen Internasional dari Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulia di tahun 1999. Sebelumnya menempati berbagai posisi kunci di ANTAM seperti Staf Bidang Analisis pada Direktur Pengembangan (2006), Senior Manager Corporate Strategy Development (2006-2011) dan General Manager (SVP) Gold Mining Business Unit (2011-2014).
5)   Ir. I Made Surata, M.Si  (Direktur Umum & CSR)
Sebagai tindak lanjut dari amanat RUPS Tahunan Perseroan Tahun Buku 2013 agar Direksi menetapkan pembagian tugas dan kewenangan anggota Direksi Perseroan dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Dewan Komisaris. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada Rapat Dewan Komisaris yang mengundang Direksi pada tanggal 1 Mei 2013, telah dilakukan proses konsultasi dimaksud dan menunjuk Ir. I Made Surata, M.Si. sebagai Direktur Umum dan CSR.
Bergabung dengan ANTAM sejak tahun 1990 dan diangkat sebagai Direktur sejak tanggal 30 April 2013. Memperoleh gelar Sarjana Teknik Geologi dari Universitas Gajah Mada di tahun 1988 dangelar Magister Ilmu Pengembangan Wilayah Pertambangan dan Sumber Daya Mineral dari Universitas Padjajaran di tahun 2007. Sebelumnya menempati berbagai posisi kunci di ANTAM seperti Exploration Manager Unit Geomin (2005-2007), Senior Manager Exploration Unit Geomin (2007-2008) dan Geomin Unit Head di tahun 2008.
6)   Dimas Wikan Pramudhito  (Direktur Keuangan)
Diangkat sebagai Direktur sejak tanggal 7 Oktober 2015. Memperoleh gelar Bachelor of Science in Business Administration di tahun 2003 dari McLaren School of Business, University of San Francisco dan gelar MBA: Concentration in Corporate Finance di tahun 2005 dari Ageno School of Business, Golden Gate University. Sebelumnya menempati posisi kunci di berbagai institusi finansial seperti Compliance Analyst-Portfolio di Franklin Templeton Investments (2005-2006), Relationship Manager-Assistant Manager di Rabobank International Indonesia (2006-2008), Associate Director di Standard Chartered Bank Indonesia (2008-2011) dan Vice President di Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (2012).
*   Struktur Kepemilikan Saham
Saham ANTAM diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange, IDX) serta di Bursa Efek Australia (Australian Securities Exchange, ASX). Saham ANTAM tercatat di Papan Utama IDX serta merupakan anggota dari LQ45, the Jakarta Islamic Index, the Jakarta Mining Index, the SRI Kehati Sustainability Index dan beberapa indeks lokal terkemuka lainnya. Saham ANTAM di ASX tercatat dalam full ASX Listing sejak tahun 2002. Saham ANTAM di ASX diperdagangkan dalam bentuk Chess Depository Interests (CDI) dimana satu CDI mewakili 5 saham.[3]

PT ASDP INDONESIA FERRY


PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) adalah salah satu BUMN di Indonesia yang bergerak dalam jasa angkutanpenyeberangan dan pengelola pelabuhan penyeberangan untuk penumpang, kendaraan dan barang. Fungsi utama perusahaan ini adalah menyediakan akses transportasi publik antar pulau yang bersebelahan serta menyatukan pulau-pulau besar sekaligus menyediakan akses transportasi publik ke wilayah yang belum memiliki penyeberangan guna mempercepat pembangunan (penyeberangan perintis).
*   Sejarah PT ASDP INDONESIA FERRY
Pada Tahun 1973, PT Indonesia Ferry (Persero) bernama Proyek ASD Ferry (PASDF) kemudian berubah menjadi Perum ASDP pada tahun 1986 dan selanjutnya tahun 1993 menjadi PT ASDP (Persero). Beralihnya status Perum ASDP menjadi Perusahaan Perseroan mengartikan bahwa pola usahanya diharapkan mampu bersaing dengan perusahaan swasta maupun badan usaha negara lainnya tanpa meninggalkan fungsinya sebagai penyedia penyeberangan perintis.
Pada tanggal 5 Agustus 2008, dengan disaksikan oleh Deputi Bidang Usaha Logistik dan Pariwisata Kementerian BUMN dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, PT Indonesia Ferry (Persero) melakukan penandatanganan Pakta Integritas yang menandai diberlakukannya perubahan struktural perseroan dimulai dari perubahan nama dan logo dari "PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)" menjadi "PT Indonesia Ferry (Persero)", redefinisi visi dan misi, penegasan usaha pokok, penciptaan usaha penunjang, revitalisasi dan investasi alat produksi, restrukturisasi total serta rencana strategis bisnis. Semua hal tersebut adalah bagian dari pelaksanaan program transformasi bisnis yang diharapkan dapat mengubah posisi PT Indonesia Ferry (Persero) menjadi BUMN yang dapat memberikan kontribusi bagi negara. Kemudian pada tahun 2012, Modernisasi armada yang diperkuat dengan kapal berukuran besar dan dilengkapi fasilitas berstandar internasional.[4]    
*   VISI & MISI PT ASDP INDONESIA FERRY
Þ    VISI
Menjadi perusahaan jasa pelabuhan dan penyeberangan yang terbaik dan terbesar di tingkat regional, serta mampu memberikan nilai tambah bagi stakeholders.
Þ    MISI
·   Meyediakan prasarana pelabuhan dan sarana kapal penyeberangan yang tangguh sebagai pendukung dalam sistem logistik nasional
·   Memiliki standar pelayanan internasional yang didukung oleh tenaga professional dan manajemen bisnis modern serta tata kelola perusahaan yang baik
·   Menguasai pangsa pasar Nasional dan memperluas jaringan operasional sampai ke tingkat regional untuk memaksimalkan pertumbuhan dan keuntungan
·   Memaksimalkan peran korporasi dan infrastruktur negara serta agen pembangunan
Þ    MULTI PERAN
A. Peran Utama   :
·   Korporasi Negara, Memberi keuntungan dan deviden melalui jasa angkutan penyeberangan dan jasa pelabuhan. 
·   Infrastruktur Negara, Menyediakan jaringan transportasi publik antarpulau (daerah yang sudah dan sedang berkembang).
·   Agen Pembangunan, Menyediakan jaringan transportasi publik bagi wilayah pulau terpencil (jauh) dan terluar (perbatasan) guna mempercepat pembangunan dan membuka isolasi geografis.
B.  Peran Pendukung   :
·   Penunjang Kedaulatan NKRI, Menyediakan jaringan transportasi untuk keperluan sosial-politik negara dan pertahanan nasional melalui  kunjungan reguler di pulau.
·   Penunjang Bantuan Tanggap Darurat, Menyediakan angkutan dengan kapasitas besar, cepat, murah, dan handal ke seluruh pelosok Nusantara untuk kondisi darurat nasional.[5]
*   NILAI BUDAYA
ASDP Indonesia Ferry menjalankan pelayanannya berdasarkan nilai-nilai inti perusahaan yang menjadi bangunan budaya perusahaan, yaitu :
ü  Peduli
Memahami dan tanggap terhadap kebutuhan stakeholder dan lingkungan, termasuk mengantisipasi dinamika bisnis, berperilaku gesit, ramah, sopan serta lugas dalam pelayanan.
ü  Handal
Kesuksesan jangka panjang lebih penting daripada keuntungan jangka pendek, selalu berusaha mencapai keunggulan dalam berbagai aspek kinerja perusahaan dengan menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama.
ü  Terpercaya
Komitmen penuh terhadap pengelolaan perusahaan yang mencerminkan konsitensi antara prinsip dan perilaku.
Dan  dengan motto “We Bridge The Nation” atau “Bangga Menyatukan Nusantara”  insan ASDP Indonesia Ferry senantiasa bekerja keras dan cerdas, menjaga komitmen dan kebanggaan untuk melayani kepentingan pengguna jasa sekaligus kepentingan Negara.[6]

*   Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Ø DEWAN KOMISARIS
1.
 Lalu Sudarmadi   
:
   Komisaris Utama
2.
 Achmad Sanusi
:
   Komisaris
3.
 Asep Isknadar
:
   Komisaris
4.
 Stephanus Budiyono
:
   Komisaris
5.
 Chumaidi Syarief Romas
:
   Komisaris
6.
 Sugihardjo
:
   Komisaris

Ø DIREKSI
1.
 Danang S. Baskoro             
:
   Direktur Utama
2.
 La Mane
:
   Plt. Direktur Keuangan
3.
 La Mane
:
   Direktur Usaha Penyeberangan
4.
 Kemal Heryandri
:
   Direktur Usaha Pelabuhan
5.
 Charda Damanik
:
   Direktur SDM dan Umum
6.
 M. Fitri Natriawan
:
   Direktur Teknik[7]

*  Alamat PT ASDP Indonesia Ferry Persero

Þ Kantor Pusat ASDP:
Jalan Jenderal Achmad Yani Kavling 52 A
Jakarta, Indonesia 10510
Telpon 021 4208911/13/15
Fax. 021 4210544
Email: corporate.secretary@indonesiaferry.co.id
Websit: www.indonesiaferry.co.id
Þ Kantor cabang ASDP di Indonesia:
Pelabuhan Ambon - Maluku
Jalan Jenderal Sudirman Tantui Atas
Maluku 97111
Telpon: 0911 341557
Fax: 0911 351431
Pelabuhan Bajoe - Sulawesi Selatan
Komplek Pelabuhan 24 Bajoe
Bone - Sulawesi Selatan 92716
Telpon. 0481 22171
Fax. 0481 22171
Pelabuhan Bakauheni - Lampung
Jalan Pelabuhan Bakauheni
Bakauheni - Lampung 35592
Telpon. 0727 331032
Fax. 0727 331252
Pelabuhan Balikpapan - Kalimantan Timur
Jalan MT. Haryono No.78B Batu Ampar
Balikpapan Utara - Kalimantan Timur 76126
Telpon. 0542 875679
Fax. 0542 873856
Pelabuhan Aceh - NAD
Jalan Rama Setia Desa Deah Geulumpang
Telpon. 0651 8052037
Fax. 0651 8052036
Pelabuhan Bangka - Kep. Bangka Belitung
Tanjung Kelian - Muntok
Telpon. 0716 22279
Fax. 0716 22278
Pelabuhan Batam - Kepulauan Riau
Telaga Punggur - Kepulauan Riau
Telpon. 0778 479171
Fax. 0778 479170
Pelabuhan Batulicin - Kalimantan Selatan
Jalan Pelabuhan Ferry No.1 - Tanah Bumbu
Telpon. 0518 70408
Fax. 0518 71128
Pelabuhan Bau-bau - Sulawesi Tenggara
Jalan R.E. Martadinata No.31
Telpon. 0402 2825205
Fax. 0402 2825205
Pelabuhan Bengkulu - Bengkulu
Jalan Ir. Rustandi Soegianto, Pulau Baai
Telpon. 0736 52125
Fax. 0736 52125
Pelabuhan Biak - Papua
Jalan Imanuel - Suci No. 21
Telpon. 0981 22577
Fax. 0981 23936
Pelabuhan Bitung - Manado, Sulawesi Utara
Jalan Mochammad Hatta - Pateten
Telpon. 0438 30847
Fax. 0438 2239119
Pelabuhan Jepara, Jawa Tengah
Jalan Kolonel Sugiono No.290
Telpon. 0291 591048
Fax. 0291 591048
Pelabuhan Kayangan - NTB
Lombok Timur
Telpon. 0376 21773
Fax. 0376 21773
Pelabuhan Ketapang - Jawa Timur
Jalan Jenderal Gatot Subroto - Banyuwangi
Telpon. 0333 424308
Fax. 0333 421711
Pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur
Telpon. 0380 890420
Fax. 0380 890388
Pelabuhan Lembar - NTB
Telpon. 0370 681313
Fax. 0370 681215
Pelabuhan Luwuk - Sulawesi Tengah
Jalan Tan Malaka No.15
Telpon. 0461 22375
Fax. 0461 325369
Pelabuhan Merak - Tangerang Banten
Telpon. 0254 571032
Fax. 0254 571039
Pelabuhan Merauke - Papua
Jalan Brawijaya Simpang Masjid Raya No. 1A
Telpon. 0971 321088
Fax. 0971 321691
Pelabuhan Padang - Sumatera Barat
Jalan Tarandam IV No. 3A, Sawahan
Telpon: 0751 27153
Fax : 0751 34037
Pelabuhan Pontianak - Kalimantan Barat
Jalan Komodor Yos Sudarso No.47
Telpon. 0561 773200
Fax. 0561 773100
Pelabuhan Sape - NTB
Telpon. 0374 71075
Fax. 0374 71066
Pelabuhan Selayar - Sulawesi Selatan
Bulukumba
Telpon. 0413 2589680
Fax. 0413 2583056
Pelabuhan Sibolga - Sumatera Utara
Jalan Sisingamangaraja No.161
Telpon. 0631 21752
Fax. +62631 21752
Pelabuhan Sinabang - NAD
Komplek Pelabuhan Penyeberangan Singkil Pulau Sarok
Telpon: 0658 21381
Fax: 0658 21381
Pelabuhan Sorong - Papua Barat
Jalan Komplek Dermaga Klademak II
Telpon. 0951 321121
Fax. 0951 321418
Pelabuhan Tanjung Perak- Surabaya, Jawa Timur
Jalan Kalimas Baru No.194 A
Telpon. 031 3297165
Fax. 031 3291709
Pelabuhan Ternate - Maluku Utara
Jalan Komplek Bastiong
Telpon. 0921 3127773
Fax. 0921 3127773
Pelabuhan Tual - Maluku
Jalan Baldu Wahadat
Telpon. 0916 21708
Telpon. 0916 21708

v PERUM

PERUM PERINDO 


*   SEJARAH PERUM PERINDO
Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) yang sebelumnya bernama Perusahaan Umum Prasarana Perikanan Samudera (Perum PPS) didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1990 diatur kembali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2000 sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2013 merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi tugas dan tanggung jawab dalam rangka mengelola aset negara guna menyelenggarakan pengusahaan dan pelayanan barang jasa dan pengembangan sistem bisnis perikanan kepada pengguna jasa pelabuhan perikanan yaitu nelayan pada khususnya dan masyarakat perikanan pada umumnya serta memupuk keuntungan. Hingga tahun 2013, pengusahaan dan pelayanan tersebut dilaksanakan di 6 (enam) pelabuhan perikanan yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta di Jakarta, Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan di Belawan; Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan di Pekalongan; Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong di Brondong; Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat di Pemangkat, dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi di Prigi.
Setelah beroperasi lebih dari 24 tahun, kondisi sebagian sarana dan prasarana telah melampaui usia teknis/ekonomis serta terbatasnya dana perusahaan untuk melakukan investasi dan rehabilitasi secara keseluruhan. Namun demikian upaya optimalisasi usaha terus dilakukan sehingga perusahaan masih dapat melaksanakan misi dan tugasnya dengan baik, bahkan telah mampu mengembangkan usahanya dan menguntungkan.
Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Perum Perikanan Indonesia telah menyusun RKAP dan RKA PKBL Tahun 2015 berdasarkan evaluasi kinerja perusahaan beberapa tahun terakhir dengan langkah-langkah optimalisasi sarana dan prasarana serta mencari terobosan peluang usaha baru dengan memperhitungkan faktor-faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Selain itu diambil langkah dan upaya strategis dengan pendekatan Bottom Up dan Top Down yaitu cabang-cabang perusahaan membuat konsep RKAP masing-masing berdasarkan situasi dan kondisi lapangan kemudian dibahas dan dirumuskan bersama dengan Kantor Pusat sebagai kesepakatan dan tanggung jawab bersama yang kemudian dituangkan dalam bentuk kontrak manajemen.
Mempertimbangkan perubahan lingkungan strategis dalam pelaksanaan pembangunan nasional dan pembangunan kelautan dan perikanan, diperlukan langkah-langkah terobosan yang menjadi bagian kebijakan sebelumnya dan terintegrasi yang saling memperkuat guna menuju perusahaan perikanan yang tangguh, terpercaya dan penggerak pertumbuhan ekonomi. Perum Perikanan Indonesia akan melakukan investasi dan mengembangkan unit bisnis baru yang sudah dimulai sejak tahun 2013 dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, nilai tambah dan daya saing, sekaligus membangun sistem produksi yang modern dan terintegrasi dari hulu sampai hilir.
Perum Perikanan Indonesia mempunyai peranan dan posisi yang sangat strategis dalam upaya mendukung visi dan misi Pemerintah khususnya Kementerian BUMN maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk peningkatan kualitas pengelolaan perusahaan yang transparan dan akuntable, mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan nasional serta pendapatan negara dan pembangunan nasional melalui pembangunan dan pengembangan sektor kelautan dan perikanan.[8]

*   VISI & MISI PERUM PERINDO
Þ VISI
Menjadi perusahaan perikanan yang tangguh, terpercaya dan penggerak pertumbuhan ekonomi.
Þ MISI

1.Berperan aktif dalam pembangunan perekonomian nasional di sektor perikanan dan kelautan.

2.Menyediakan fasilitas barang dan jasa guna mendukung pelayanan prima.

3.Mengembangkan sistem bisnis perikanan.

4.Memiliki sumber daya manusia (SDM) yang profesional

5.Mengelola perusahaan berdasarkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

*   BUDAYA PERUSAHAAN

INTEGRITAS

Selalu menjaga kesesuaian antara pikiran, ucapan dan perbuatan.

SEMANGAT

Selalu bersungguh-sungguh dalam melaksanakan setiap pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan.

KEBERSAMAAN

Saling menghargai, saling percaya dengan membangun sinergi dan menjujung tinggi kebersamaan.

PROFESIONAL

Melaksanakan tugas sesuai keahlian, komitmen, tanggungjawab dan dapat diandalkan untuk memberikan hasil yang terbaik untuk perusahaan.

VISIONER

Memiliki pendangan yang jauh kedepan untuk menyelesaikan masalah dan antisipasinya dan membuat ide baru serta melakukan perbaikan terus menerus.[9]
*   SUSUNAN ORGANISASI
Þ DEWAN PENGAWAS

1.   Prof. Ir. Sjarief Widjaja, Ph.D., F.RINA      :  Ketua Dewan Pengawas

2.   Arif Satria                                                      :  Anggota Dewan Pengawas

3.   Wisnu Satyadharma                                      :  Anggota Dewan Pengawas

Þ DIREKSI

1.Syahril Japarin (Direktur Utama) 

Lahir di Padang, Sumatera Barat, 19 November 1966. Meraih gelar sarjana teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1991. Perjalanan karirnya pernah menjadi CEO di beberapa perusahaan termasuk BUMN, diantaranya Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) (2013-2014), CEO PT Djakarta Lloyd (2011 – 2013), CEO PT Aetra Air Jakarta (2008-2011), Direktur Utama PT Aetra Air Jakarta (2008-2011) dan Direktur Utama PDAM Kota Pontianak (2004-2007). Prestasi yang pernah diraih yaitu Peringkat 5 Pemimpin Perusahaan Terbaik dan Peringkat 1 Pemimpin Perusahaan Terbaik kategori Overall Inner Power dalam Anugerah Business Review di Singapura tahun 2010 serta CEO on Leadership dan Business Management dalam BUMD Award 2006.

2.Reti Ketrinia (Direktur Usaha Pelabuhan dan Pengembangan Usaha)

Lahir pada tanggal 11 Oktober 1961, lulus dari fakultas Eksploitasi Sumber Daya Perikanan, Institut Pertanian Bogor pada tahun 1984, sementara gelar Magister Manajemen di raih di IPWI Jakarta pada tahun 2001. Sejak 1987 berkarir di kementerian Pertanian-Direktorat Jenderal Perikanan dan diperbantukan di Perusahaan Umum Prasarana Perikanan Samudera yang sekarang berubah menjadi Perusahaan Umum Perikanan Indonesia. Sempat bertugas sebagai Pengawas Internal (SPI), Kepala Divisi Pemasaran, Kepala Divisi Teknik, Kepala Divisi Umum Kantor Pusat, Kepala Divisi Keuangan Cabang Jakarta dan saat ini merangkap sebagai Direktur Keuangan, SDM dan Umum Perum Perikanan Indonesia.

3.W. Haryomo (Direktur Usaha Perikanan Budidaya)

Lahir di Klaten pada tanggal 6 Juni 1957, Lulus Diploma III (D III) Akademi usaha Perikanan dilanjutkan dengan Sekolah Tinggi Perikanan (D IV) (19870, gelar Sarjana diperoleh dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi fakultas Ekonomi jurusan Manajemen keuangan. Sementara gelar Magister Agribisnis diperoleh tahun 2009. Sejak 1982 berkarier di Kementerian Pertanian-Direktorat Jenderal Perikanan. 1991-1997 Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Lombok. 1997-2001 Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. 2001-2005 Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi-Jawa Timur. 2005-2008 Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan. 2008-2010 Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari. 2010-2013 Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap-Jawa Tengah[10]






[1] http://ruswandialfan.blogspot.co.id/2011/10/bumn-dan-bums.html diakes pada tanggal 23 Maret 2016 Pukul 14:25
[2] http://www.rni.co.id/ diakses pada tanggal 22 Maret 2016 Pukul 18:09
[3] http://www.antam.com/ diakses pada tanggal 22 Maret 2016 pukul 19:55
[4] https://id.wikipedia.org/wiki/ASDP_Indonesia_Ferry diakses pada tanggal 25 Maret 2016 pukul 16 : 40.
[5] http://www.indonesiaferry.co.id/id/pages/view/2 diakses pada tanggal 25 Maret 2016 pukul 17:09
[6] http://www.indonesiaferry.co.id/id/pages/view/3 diakses pada tanggal 25 Maret 2016 pukul 18 : 02.
[7] http://www.bumn.go.id/asdp/halaman/124 diakses pada tanggal 26 Maret 2016 pukul 15:35
[9] http://www.perumperindo.co.id/tentang-kami/budaya-perusahaan# diakses pada tanggal 26 Maret 2016 Pukul 18 :25
[10] http://www.perumperindo.co.id/tentang-kami/profil-perusahaan diakses pada tanggal 26 Maret 2016 pukul 20:08

Tidak ada komentar:

Posting Komentar